Riau (Inmas) – Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau melalui Bidang Pendidikan Madrasah pada menggelar persiapan Penyusunan Soal USBN MA Provinsi Riau di MAN 2. Kegiatan yang digelar selama 2 hari Sabtu dan Minggu tersebut, beragendakan pembuatan soal secara mandiri. Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah madrasah negeri sebagai induk KKM untuk menakhodai madrasah aliyah swasta se-Provinsi Riau. Demikian disampaikan Drs Kamaruddin selaku Kasi Kurikulum dan Evaluasi Kanwil Kemenag Riau pada Selasa (13/02) petang di ruangan kerjanya.
Kamaruddin menilai kegiatan ini perlu terus dilakukan secara optimal karena sangat bagus dalam upaya meningkatkan kualitas madrasah. Alhamdulillah kegiatan ini berjalan sukses dan lancar tanpa ada kendala, karena pihaknya telah mengonsep dari awal untuk menyukseskan kelancaran Ujian Nasional tahun ini termasuk Ujian Sekolah Berstandart Nasional ini, mau tidak mau kita harus membuat penyusunan soal secara mandiri.
“Kita mengundang guru mapel umum sebanyak 15 mapel dengan melibatkan lebih kurang 100 orang guru”, ucapnya melanjutkan bincang. Pihaknya mengaku sengaja menghadirkan 2 orang narasumber dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yaitu Zulfin dan Muhammad Yuzar yang merupakan widyaswara pada kegiatan yang dipusatkan di MAN 2 Pekanbaru.
Ia menambahkan sesuai dengan post masing masing dari Badan Standart Nasional Pendidikan (BSNP) ada dua post yaitu USBN dan post UAMBN. Sementara dalam ujian madrasah ada tiga bentuk yaitu : Ujian Nasional tingkat MA yang direncanakan akan dimulai tanggal 19 -22 April 2018 mendatang, dan untuk MTsN diperkirakan pada akhir pekan di Bulan yang sama baru akan dilaksanakan. Lebih lanjut khusus untuk USBN direncanakan akan diselenggarakan lebih awal, direncanakan akan dimulai dari Tanggal 19 Maret ini hingga 24 Maret. “Setelah USBN selesai, maka baru dilanjutkan dengan pelaksanaan UAMBN dan Ujian nasional, terangnya.
Untuk UAMBN sendiri ada lima bidang studi yang harus diikuti siswa, sambung Kamaruddin. Dan seluruh pembuatan kisi kisi dan soal 100 persen berasal dari pusat. Berbeda hal dengan USBN yang kisi kisi dan pembuatan soal 75 persen dibuat oleh tim Kanwil kemenag Riau, 25 persen dari pusat. “Kita berharap dengan pembuatan soal secara mandiri ini, marwah madrasah akan lebih terangkat lagi, artinya khas madrasah makin diakui ditengah masyarakat kita”, ucapnya. “Insyaallah dalam waktu dekat ini kita akan membuat kegiatan dalam BAP (Berita Acara Pemeriksaan) baik itu dalam penyerahan Master soal USBN maupun UAMBN, dengan menghadirkan seluruh Kasi Pendidikan Madrasah se-Riau di Kanwil kemenag Riau”, ucapnya lagi. (vera)