0 menit baca 0 %

Penyusunan PAGU Definitif Tahun Anggaran 2017

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas) - Tahun 2017 akan kita jelang dan persiapan menuju arah Tahun 2017 pun digegas agar segala sesuatunya sesuai dengan perencanaan yang sudah dipatenkan. Alasan inilah yang menjadikan Subbag Keuangan dan Perencanaan Kanwil Kemenag Prov.

Pekanbaru (Inmas) - Tahun 2017 akan kita jelang dan persiapan menuju arah Tahun 2017 pun digegas agar segala sesuatunya sesuai dengan perencanaan yang sudah dipatenkan. Alasan inilah yang menjadikan Subbag Keuangan dan Perencanaan Kanwil Kemenag Prov. Riau taja Koordinasi dan Sinkronisasi Penyusunan Anggaran Tahun 2017 Pagu Definitif yang dilaksanakan di Hotel Batiqa, Pekanbaru, Rabu (19/10). Acara ini mengundang peserta sebanyak 80 orang dibagi dalam 2 angkatan dan dibuka secara resmi langsung oleh Ka.Kanwil Kemenag Prov. Riau, Drs. H. Ahmad Supardi Hs, MA.

Anasri, S.Ag, M.Pd yang merupakan Kasubbag Keuangan dan Perencanaan membacakan laporan panitia sebagai penjelasan urgensinya kegiatan ini dilaksanakan.

"Kegiatan ini dilaksanakan untuk mensinkronisasikan pagu definitif tahun anggaran 2017 pada satker-satker di bawah Kementerian Agama. Hal yang paling mendasar yaitu mensinkronkan belanja akun 51 yaitu belanja pegawai yang selalu mengalami perubahan dalam hal jumlah pegawai, terutama saat ini melihat kondisi yang ada belanja pegawai untuk gaji pokok dalam keadaan minus tetapi untuk tunjangan guru PNS dan non PNS justru berlebih. Maka dari itu dengan kegiatan ini kita akan berusaha menghitung kembali dan merencanakan ulang agar anggaran tersebut tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi yang ada pada tiap satker,” jelas Anasri.

Beliau pun menambahkan bahwa pada tahun anggaran 2017 Pagu defintif untuk Kemenag Riau mengalami kenaikan sebanyak 6% tetapi sampai informasi terakhir pagu ini pun mengalami pemotongan khususnya program Pendis.

“Maka dari itu, saya berharap pagu yang saat ini kita proses harus diseuaikan dengan kondisi yang ada serta pagu yang sudah mengalami pemotongan pun dapat digunakan sebaik-baiknya sesuai dengan kebutuhannya dan tujuannya,” harap Anasri. (nvm/adi)