0 menit baca 0 %

Penyuluhan Rohani Kristen di Lapas Bangkinang: WBP Diajak Taat dalam Keterbatasan

Ringkasan: Kampar (Kemenag) - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar melalui Penyelenggara Kristen kembali melaksanakan kegiatan pembinaan rohani bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas II A Bangkinang Kota. Kegiatan penyuluhan agama Kristen ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap...

Kampar (Kemenag) - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar melalui Penyelenggara Kristen kembali melaksanakan kegiatan pembinaan rohani bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas II A Bangkinang Kota. Kegiatan penyuluhan agama Kristen ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap sekali seminggu, yaitu pada hari Rabu.

Penyuluhan yang dilaksanakan pada hari ini, Rabu, 5 November 2025, mengusung tema penting: "Taat dalam Keterbatasan". Tema ini dipilih untuk memberikan penguatan spiritual dan moral kepada para WBP agar tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keagamaan dan memiliki semangat untuk memperbaiki diri di tengah situasi pembatasan yang dialami.

Kegiatan rohani ini disambut dengan antusias oleh 150 WBP yang beragama Kristen. Mereka terlihat khidmat mengikuti setiap sesi penyuluhan.

Tim Penyuluh dari Kemenag Kampar yang bertugas dalam kegiatan ini terdiri dari lima orang staf, yaitu:

  1. Sandro Sianturi, S.Pd
  2. Risda boru Samosir
  3. Silvia Dame Wati Marbun, S.Pd
  4. Juliana Purba, S.Pd.K
  5. Fauluaro Laia, S.Pd

Rombongan Kemenag Kampar disambut hangat oleh perwakilan dari pihak Lapas Kelas II A Bangkinang Kota, Bapak Hermanto.

Dalam sambutannya, Bapak Hermanto menyampaikan apresiasi tinggi atas komitmen Kemenag Kampar yang secara konsisten memberikan pembinaan rohani. "Pembinaan spiritual ini sangat vital sebagai bagian dari upaya pembinaan kepribadian di Lapas. Kami berharap materi tentang Taat dalam Keterbatasan dapat menjadi bekal bagi para WBP untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan dan menjalani masa pembinaan dengan penuh kedamaian," ujarnya.

Penyelenggara Kristen Kemenag Kampar, Risda boru Samosir, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud sinergi antara Kemenag dan Lapas dalam memenuhi hak WBP untuk mendapatkan pelayanan dan pembinaan keagamaan. "Melalui penyuluhan rutin ini, kami berupaya memastikan bahwa WBP Kristen mendapatkan asupan rohani yang cukup, sehingga mereka kelak dapat kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih beriman dan bertanggung jawab," tutupnya.

(Cicy)