Rokan Hilir (Kemenag) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tanah Putih, Idrus kembali hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan silaturahmi dan pembinaan berbasis obrolan santai, Sabtu (08/11/2025). Kegiatan ini berlangsung di sebuah warung warga di salah satu desa binaan, sebagai upaya mendekatkan dakwah dengan pendekatan yang sederhana dan akrab.
Idrus terlibat dalam diskusi ringan bersama tokoh masyarakat dan warga setempat, membahas berbagai persoalan kehidupan sehari-hari, seperti pentingnya menjaga kerukunan, memperkuat rasa syukur, serta menghidupkan kembali budaya gotong royong dalam lingkungan sosial.
Menurut Idrus, dakwah tidak harus selalu dilakukan melalui majelis formal, tetapi bisa disampaikan melalui pertemuan sederhana yang penuh kedekatan emosional.
“Dakwah itu bisa disampaikan kapan saja dan di mana saja. Melalui obrolan santai seperti ini, masyarakat lebih terbuka, suasana lebih akrab, dan pesan agama bisa tersampaikan dengan lembut,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa penyuluh agama harus mampu memahami kondisi sosial masyarakat dan hadir sebagai sahabat yang siap mendengar dan membantu.
“Tugas penyuluh bukan hanya menyampaikan ayat atau hadis, tapi juga menjadi sahabat bagi masyarakat — mendengar, memahami, dan membantu mencarikan solusi dari sudut pandang agama,” tambahnya.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan hangat dari warga yang merasa terbantu dan terhibur dengan cara penyampaian yang ringan namun sarat makna. Suasana penuh canda dan keakraban tidak mengurangi nilai-nilai keislaman yang ingin disampaikan dalam pertemuan tersebut.
Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Tanah Putih, H. Ahmad Asyura mengapresiasi inisiatif Idrus yang terus turun langsung ke lapangan untuk menyapa masyarakat.
“Kami sangat mendukung upaya para penyuluh untuk terus turun langsung ke masyarakat. Dakwah yang menyentuh hati itu justru lahir dari pendekatan yang sederhana dan penuh keikhlasan seperti ini,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan seperti ini sejalan dengan Program KUA Bersahabat dan KUA Pelayanan Umat yang menekankan pentingnya kehadiran penyuluh sebagai penguat moderasi beragama, perekat persaudaraan dan penjaga harmoni sosial.
Kegiatan dakwah sederhana namun bermakna ini diharapkan dapat terus menginspirasi masyarakat untuk hidup rukun, saling menghargai, dan menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. (Humas)