0 menit baca 0 %

Penyuluh dan Pemuka Agama Harus Pro Aktif Hidupkan Gemar Mengaji

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas)- enyuluh dan pemuka agama merupakan ujung tombak Kementerian Agama dalam pembangunan keagamaan, termasuk dalam mensukseskan program pemerintah tentang Gemar Mengaji. Karena menurut Kasi Pengembangan Seni Budaya Islam, Musabaqah Al- Qur’an dan Hadist Bidang Penaiszawa Kanwil K...

Pekanbaru (Inmas)- enyuluh dan pemuka agama merupakan ujung tombak Kementerian Agama dalam pembangunan keagamaan, termasuk dalam mensukseskan program pemerintah tentang Gemar Mengaji.

Karena menurut Kasi Pengembangan Seni Budaya Islam, Musabaqah Al- Qur’an dan Hadist Bidang Penaiszawa Kanwil Kemenag Riau, H Mas Jekki Amri, M. HS, S. Sos, Jumat (24/6) penyuluh dan pemuka agama bersentuhan langsung dengan masyarakat setempat. Sehingga lebih mudah dalam menyampaikan dan penyebaran informasi keagamaan.

“Sasaran atau prajurit pertama program magrib mengaji ini adalah para penyuluh, guru-guru TPA/ MDA, ormas Islam, majelis taklim, dan guru mengaji di masjid. Untuk itu, kita berharap mereka betul-betul mengayomi tugas mereka sebagai perpanjang tangan pemerintah, sehingga upaya untuk mempertahankan budaya magrib mengaji dapat kita laksanakan dalam rangka membentengi generasi muda hanyut dalam arus globalisasi,” ungkap Jekki.

Ia menambahkan, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau sudah beberapa kali mengimbau masyarakat secara langsung maupun melalui Kemenag Kabupaten/ Kota, dan KUA Kecamatan untuk terus mensosialiasikan Progam Gemar Mengaji.

“Melalui kerjasama antara Kemenag, Pemprov dan Pemda perhatian terhadap penyuluh, tenaga pendidik dan pemuka agama dalam hal intensif hendaknya lebih ditingkatkan, sehingga merekapun dapat lebih fokus untuk menjalankan tugasnya dilapangan, termasuk dalam mensosialisasikan Gemar Mengaji ini,” jelasnya.

Selain itu, kata Jekki, selain penyuluh agama, tenaga pendidik dan pemuka agama, orang tua juga harus turut mendukung program Gemar Mengaji dengan menghidupkan kembali suasana keagamaan di dalam rumah tangga. Karena hal tersebut merupakan modal utama bagi anak- anak untuk meraih masa depan cemerlang. (mus/dms)