0 menit baca 0 %

Penyuluh Agama Ujung Tombak Kemenag

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas)- Kelompok Kerja Penyuluh Agama PNS Kab. Kampar berinisiatif mengadakan pertemuan dengan Ka.Kanwil Kemenag Prov. Riau, Drs. H. Ahmad Supardi Hs, MA, Jumat (11/9), di Ruang Rapat Ka.Kanwil Kemenag Prov. Riau. Pertemuan ini juga sekaligus sebagai ajang silaturahmi dan ucapan khusus un...

Pekanbaru (Inmas)- Kelompok Kerja Penyuluh Agama PNS Kab. Kampar berinisiatif mengadakan pertemuan dengan Ka.Kanwil Kemenag Prov. Riau, Drs. H. Ahmad Supardi Hs, MA, Jumat (11/9), di Ruang Rapat Ka.Kanwil Kemenag Prov. Riau. Pertemuan ini juga sekaligus sebagai ajang silaturahmi dan ucapan khusus untuk Ka.Kanwil Kemenag Riau atas pelantikannya.

Pertemuan yang diketuai oleh Afrizal, S.Ag dan dihadiri oleh sekitar 7 orang perwakilan penyuluh agama Kab. Kampar menjelaskan bahwa maksud kedatangan ini adalah untuk silaturahmi dengan Ka.Kanwil Kemenag Riau yang baru dilantik dan sekaligus meminta saran dan solusi atas permasalahan yang dialami oleh Penyuluh Agama Kab. Kampar.

Pertemuan yang berupa dialog hangat ini memberikan kesempatan kepada penyuluh agama Kab. Kampar untuk mengutarakan permasalahan yang terjadi pada tiap kecamatan yang diantaranya mengenai kenaikan pangkat dan golongan yang banyak kendala bahkan ada beberapa penyuluh yang mengalami kesulitan dalam kenaikan pangkat. Kemudian mereka juga menjelaskan kendala keyakinan masyarakat yang fanatik akan suatu paham sehingga adanya aliran sempalan pada masyarakat, hubungan yang tidak harmonis antara KUA dan penyuluh agama, kemudian permasalahan yang terakhir kurangnya pembinaan dan sosialisasi terhadap penyuluh agama sehingga masih banyak penyuluh agama di Kab. Kampar yang tidak memahami tupoksi dan belum bisa masuk pada seleksi penyuluh agama terbaik nasional.

Ka.Kanwil Kemenag Riau, Drs. H. Ahmad Supardi Hs, MA, melalui sesi pemuncak memberikan solusi dan saran permasalahan tersebut, “Kenaikan pangkat dan golongan pada penyuluh agama itu dapat dikonsultasikan pada Kasi Penyuluh Agama dan untuk angka kredit masih banyak penyuluh agama menggunakan gaya lama dalam memberikan ceramah kepada masyarakat. Saat ini dalam memberikan dakwah kepada masyarakat dibutuhkan media sebagai penyebarluasan informasi bahkan tulisan yang dibuat oleh penyuluh agama pada media massa dapat memberikan nilai yang menambahkan angka kredit kenaikan pangkat. Sebagai awal kita bisa menggunakan media internal kita yaitu Majalah DINAMIS atau melalui website riau.kemenag.go.id yang jangkauan lebih luas bahkan internasional.”

“Seperti yang saya katakana tadi menjangkau masyarakat pada saat ini tidak cukup hanya lewat dakwah secara lisan kita juga bisa menggunakan media sosial dan media massa. Selain itu juga saat ini dengan sikap kritis masyarakat juga sebaiknya penyuluh agama harus mengetaui betul mengenai Islam bukan lagi hanya sebatas teori tetapi kita juga harus dapat mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari karena disitulah nilai kepercayaan masyarakat terhadap pendakwah. Untuk fanatisme masyarakat juga kita harus memiliki ilmu yang luas agar kita bisa membawa mereka dengan penjelasan kita yang dapat diterima oleh mereka. Mungkin tahun depan bagus juga untuk penyuluh agama diadakan studi banding ke daerah lain seperti ke Pulau Jawa agar wawasan dan pengetahuan dapat berkembang dan mempelajari kelebihan penyuluh agama ditempat lainnya,” jelas Ahmad Supardi yang merupakan penggagas pertama Majalah DINAMIS.

Beliau juga menambahkan bahwa harusnya tiap tahun kegiatan yang mengudang penyuluh agama mengalami peningkatan dengan program kegiatan yang baru sesuai dengan tuntutan kebutuhan masyarakat akan agama.

Hal senada juga dijelaskan oleh Kasi Penyuluh Agama, Drs. H. Amattaridi, M.Si bahwa untuk program kerja tahun depan sudah dianggarkan pelatihan untuk persiapan pemilihan penyuluh agama terbaik nasional dan beberapa kegiatan yang melibatkan penyuluh agama sebagai penambahan wawasan dan pengetahuan penyuluh agama mengenai tupoksi dan perkembangan informasi lainnya.

Pada penutup pertemuan ini Ahmad Supardi mengharapkan bahwa penyuluh agama PNS Kab. Kampar ini tetap memberikan ceramah untuk masyarakat dengan inovasi dan kreativitas yang dapat menarik minat masyarakat akan pengetahuan agama, karena penyuluh agama harus dapat mengawal moral masyarakat dengan baik. (nvm/aulia)