Indragiri Hulu (Kemenag) – Dalam upaya memperkuat pemahaman masyarakat tentang makna dan keutamaan dzikir, penyuluh agama Islam KUA Kecamatan Lubuk Batu Jaya, Muhamad Solihin, memberikan penyuluhan dan bimbingan kepada Majelis Taklim Nurul Falah, Kelurahan Pematang Reba, Kecamatan Rengat Barat pada Sabtu (25/10/2025). Kegiatan ini mengangkat tema “Macam-Macam Dzikir” yang bersumber dari kitab An-Nashoihud Diniyyah wal Washoya Al-Imamiyah karya Syaikh Habib Abdullah bin Alwi.
Dalam penyampaiannya, Muhamad Solihin menjelaskan bahwa dzikir bukan sekadar ucapan lisan, tetapi sarana penyucian hati yang membawa ketenangan dan kedekatan kepada Allah SWT. Ia menekankan pentingnya melatih diri untuk senantiasa mengingat Allah dalam setiap aktivitas kehidupan.
“Dzikir itu tidak hanya dilakukan di masjid atau majelis ilmu. Setiap langkah, setiap pekerjaan yang diawali dengan mengingat Allah, itulah dzikir yang hidup dan membuahkan ketenangan,” ujarnya di hadapan jamaah.
Kegiatan penyuluhan ini diikuti dengan antusias oleh para jamaah, terutama ibu-ibu Majelis Taklim yang tampak aktif berdiskusi dan bertanya seputar praktik dzikir dalam keseharian. Menurut Solihin, memahami ragam dzikir dapat membantu umat Islam mengisi waktu dengan amal yang bermanfaat, sekaligus memperkuat keimanan di tengah kesibukan dunia.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin menyadari pentingnya menjaga hubungan spiritual dengan Allah SWT. Penyuluhan semacam ini juga menjadi sarana efektif bagi penyuluh agama dalam memperkuat peran Kementerian Agama di tengah masyarakat — bukan hanya sebagai institusi administratif, tetapi juga pembimbing rohani yang menyejukkan dan menuntun umat menuju kehidupan
(Reski)