Pekanbaru (Kemenag) . Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lima Puluh melalui Penyuluh Agama Islam
terus memperkuat upaya pemberantasan buta aksara Al-Qur an di lingkungan
masyarakat. Salah satu bentuk nyata pelaksanaannya adalah kegiatan Bimbingan
Siswa Cinta Al-Qur an yang rutin diberikan kepada para siswa SMAN 9 Pekanbaru. Kamis (20/11/2025).
Kegiatan ini
dilaksanakan langsung oleh Penyuluh Agama Islam, Aprianto, yang
membimbing kemampuan membaca Al-Qur an mulai dari tahsin, tajwid hingga
pembacaan dasar melalui metode Iqra . Dari hasil pendampingan, terlihat bahwa
kemampuan siswa beragam ada yang sudah lancar dengan tajwid, ada yang masih
perlu bimbingan, bahkan ada pula yang baru mulai mengenal huruf dan rangkaian
bacaan Al-Qur an.
Anak-anak ada yang
sudah lancar bertajwid, ada yang belum, bahkan ada yang baru belajar
menggunakan metode Iqra . Namun saya akan tetap mendampingi sampai tuntas dan
mereka benar-benar mampu membaca Al-Qur an dengan baik, ujar Ust. Aprianto di
sela kegiatan.
Bimbingan ini rutin
dilaksanakan setiap Kamis pagi atau pada waktu luang yang telah disesuaikan
dengan jadwal sekolah. Upaya ini sekaligus menjadi implementasi dari arahan
Kepala KUA Kecamatan Lima Puluh Warman, yang menegaskan bahwa
seluruh penyuluh harus terbuka terhadap berbagai bentuk kegiatan keagamaan di
masyarakat.
Selagi kegiatan itu
berkorelasi dengan tugas penyuluh agama baik tausiyah, bimbingan Al-Qur an,
maupun kegiatan lain yang bermanfaat maka kerjakanlah. Semua itu menjadi
kontribusi nyata kita di tengah masyarakat, tegas Warman.
Kegiatan ini mendapat
respons positif dari para siswa. Salah satu siswa, Andika, mengaku sangat
terbantu dengan bimbingan tersebut.
Saya merasa
mendapatkan manfaat yang besar. Selama ini membaca Al-Qur an terasa sangat
sulit bagi saya, tapi dengan adanya bimbingan dari Pak Ustadz, saya merasa
lebih semangat belajar dan mulai memahami bacaan, tuturnya.
Melihat antusiasme dan
kebutuhan yang besar di kalangan remaja, KUA Kecamatan Lima Puluh mendorong
penyuluh agama di seluruh kelurahan untuk aktif turun ke lapangan. Sinergi
penyuluh, guru agama, dan para ustadz di masjid diharapkan mampu mempercepat
upaya menuntaskan buta aksara Al-Qur an serta menumbuhkan kecintaan generasi
muda terhadap kitab suci.