0 menit baca 0 %

Penyuluh Agama KUA Gaung Hadir Beri Nasihat Pernikahan, Kuatkan Pondasi Rumah Tangga Baru

Ringkasan: Tembilahan (Kemenag) Peran Penyuluh Agama Islam (PAI) fungsional Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gaung tidak hanya terbatas pada bimbingan di kantor. Hal ini dibuktikan oleh Zulfikri, Penyuluh Agama KUA Gaung, yang turut hadir memberikan nasihat pernikahan kepada pasangan mempelai Arif Arliman d...

Tembilahan (Kemenag) – Peran Penyuluh Agama Islam (PAI) fungsional Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gaung tidak hanya terbatas pada bimbingan di kantor. Hal ini dibuktikan oleh Zulfikri, Penyuluh Agama KUA Gaung, yang turut hadir memberikan nasihat pernikahan kepada pasangan mempelai Arif Arliman dan Yuliana di acara resepsi mereka pada Minggu (7/12/2025).

Pemberian nasihat dan bimbingan rohani ini dilaksanakan langsung di kediaman mempelai wanita, tempat acara resepsi pernikahan dilangsungkan. Kehadiran Penyuluh Agama di tengah-tengah keramaian resepsi menjadi momen penting untuk mengingatkan kedua mempelai tentang hakikat dan tanggung jawab membina rumah tangga dalam perspektif Islam.

Zulfikri menyampaikan bahwa pernikahan adalah sebuah ikatan suci yang menuntut komitmen, kesabaran, dan komunikasi yang baik. Beliau menekankan bahwa nasihat agama merupakan bekal utama yang harus dimiliki pasangan baru agar rumah tangga mereka sakinah, mawaddah, dan warahmah.

“Pernikahan adalah ibadah terpanjang, dan ibadah itu harus kita jalankan dengan ilmu. Jangan anggap pernikahan ini hanya urusan dunia, tapi juga akhirat. Kami berpesan kepada ananda Arif dan Yuliana, jadikan Al-Qur'an dan Sunnah sebagai pedoman utama dalam setiap langkah. Kunci utamanya adalah saling menghargai, suami menghargai istri, istri menghargai suami, serta kuatkan komunikasi, karena badai rumah tangga pasti ada,” ujarnya.

Lebih lanjut, Zulfikri menekankan pentingnya peran suami sebagai pemimpin dan istri sebagai mitra yang mendukung. “Suami adalah pemimpin, dan pemimpin haruslah mencontoh Rasulullah SAW, memimpin dengan kasih sayang dan tanggung jawab penuh. Begitu juga istri, jadilah penyejuk hati bagi suami. Semoga Allah SWT memberkahi rumah tangga kalian,” tutupnya.

Kehadiran Penyuluh Agama pada resepsi pernikahan ini menjadi tradisi baik yang dijalankan KUA Gaung, memperkuat peran Kementerian Agama dalam membina ketahanan keluarga di tengah masyarakat. Hal ini memastikan bahwa bimbingan perkawinan terus berlanjut bahkan setelah akad nikah dilaksanakan. (Ria)