0 menit baca 0 %

PENYULUH AGAMA ISLAM NON PNS KANKEMENAG INHU RAIH JUARA 2 LOMBA NANDUNG KAB. INHU

Ringkasan: Indragiri Hulu, ( Inmas ). Memperingati tahun baru Islam 1 Muharram 1441 H, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ( DP3A ) Kab. Inhu bekerja sama dengan Badan Kontak Majelis Taklim ( BKMT ) Kab. Inhu, pada MInggu 9 September 2019 melaksanakan lomba Nandung terhadap Pengurus Cabang BKMT...

Indragiri Hulu, ( Inmas ). Memperingati tahun baru Islam 1 Muharram 1441 H, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ( DP3A ) Kab. Inhu bekerja sama dengan Badan Kontak Majelis Taklim ( BKMT ) Kab. Inhu, pada MInggu 9 September 2019 melaksanakan lomba Nandung terhadap Pengurus Cabang BKMT Kecamatan se-Kab. Inhu, bertempat di Gedung Dang Purnama Rengat.

Alhamdulillah, Penyuluh Agama Islam Non PNS Kankemenag Kab. Inhu a.n Nurlizawati, S.Pd.I ( urut dua dari kiri pada gambar ) selaku utusan BKMT Kecamatan Rengat Barat berhasil meraih juara II    ( dua ), di mana saat penyerahan piagam, piala, serta uang pembinaan langsung dihadiri oleh ketua BKMT Kab. Inhu Hj. Juriah Soegianto, ibunda dari bupati Inhu H. Yopi Arianto, S.E.

Nandung adalah salah satu sastra lisan yang ada di Kota Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau.
Nandung dilantunkan oleh ibu-ibu yang ingin menidurkan anaknya di dalam buaian. Isi syair nandung adalah tentang pengajaran agama, kasih sayang orang tua, pengajaran dan pendidikan, akhlak mulia, dan nasehat-nasehat.
Pengkajian makna dalam syair nandung ini menggunakan teori semiotika, yakni memahami tanda dari sintaksis, semantik dan pragmatik. Hasil kajian dari syair nandung ini adalah pertama tentang sintaksis, yaitu tentang teks, terdapat 4 baris kalimat pada 1 bait yang serupa dengan pantun, dengan bait yang tersusun dari sampiran dan isi, dengan berpola a b dan a b. Kedua, tentang semantik, membahas tentang arti kata/bahasa, bahwa syair nandung memiliki arti tentang petuah agama, kasih sayang orang tua, akhlak mulia, pengajaran dan pendidikan, serta nasehat. Konsep ketiga yaitu pragmatik, membahas tentang makna dari hubungan antara teks dan arti kata/bahasa, bahwa yang diharapkan dari syair nandung ini adalah agar kelak anak-anak menjadi orang yang patuh kepada agama, orang tua, serta menjalani kehidupan dengan akhlak yang mulia. Makna yang terdapat dalam syair nandung ini adalah dalam menjalani kehidupan harus berpegang teguh pada agama, selalu melakukan kebaikan, mengingat jasa-jasa orang tua yang telah mendidik dan membesarkan anaknya, dan melakukan segala perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya.( https://journal.uny.ac.id/index.php/imaji/article/view/18297)

Atas pencapaian yang telah diraihnya, Nurlizawati, S.Pd.I merasa bersyukur kepada Allah SWT, dan mengucapkan terimaksih kepada keluarga dan rekan serta ketua BKMT Kecamatan Rengat Barat yang telah memberikan dukungannya sehingga ia berhasil keluar sebagai juara II ( dua ).
Yang paling penting dari pelaksanaan tersebut adalah, bahwasanya Nandung agar terus dibudayakan sehingga tidak hilang oleh kemajuan zaman, di mana pada masa kini kebanyakan seorang ibu di saat akan menidurkan anaknya dengan memperdengarkan lagu-lagu umum bahkan lagu barat melalui rekaman yang ada di hp android.
Padahal, ikatan emosional secara langsung antara ibu dan anaknya sangat diperlukan dalam membentuk karakter maupun pribadi yang berakhlak mulia.
Seyogianya kita perdengarkan pada telinga setiap anak kita dengan kata, syair, pantun, lagu, maupun ayat-ayat suci Al – Qur’an agar kelak setiap anak kita memperoleh kebaikan dan keberkahan di dalam menempuh masa depannya.(tulang)