0 menit baca 0 %

Penyuluh Agama Islam KUA Dumai Barat Mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh

Ringkasan: Dumai (Kemenag) Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Dumai Barat mengikuti kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Pelatihan BP4 (Badan Penasihatan, Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan) diselenggarakan oleh Loka Diklat Keagamaan Kota Pekanbaru, mulai tanggal 24 November 2025 s.d  02 Desember 2025.Kegiata...

Dumai (Kemenag) – Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Dumai Barat mengikuti kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Pelatihan BP4 (Badan Penasihatan, Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan) diselenggarakan oleh Loka Diklat Keagamaan Kota Pekanbaru, mulai tanggal 24 November 2025 s.d  02 Desember 2025.

Kegiatan PJJ pada tahun 2025 ini berfokus pada penguatan ketahanan keluarga dan pencegahan perceraian dan juga merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas aparatur dalam memberikan layanan bimbingan keluarga kepada masyarakat.

PJJ BP4 ini menghadirkan sejumlah narasumber dari Pusbangkom dan Kanwil Kemenag Riau yang membahas berbagai aspek antara lain :  Peraturan Perundang-undangan Organisasi BP4, Moderasi Beragama dan Pembangunan Nasional, Pendidikan Agama dalam keluarga serta peran dan fungsi BP4.

Devani Nindy Putri menyampaikan, bahwa keikutsertaan dalam kegiatan ini merupakan bentuk komitmen sebagai CPNS penyuluh Agama untuk meningkatkan kualitas layanan bimbingan perkawinan dan pembinaan keluarga di unit kerjanya khususnya KUA Kecamatan Dumai Barat. Ia menegaskan bahwa tantangan keluarga modern semakin kompleks, sehingga enyuluh harus memiliki pemahaman dan pendekatan yang lebih komprehensif dalam mendampingi masyarakat.

“Program PJJ ini sangat bermanfaat untuk memperkuat pengetahuan agama dan keluarga, meningkatkan kualitas hubungan perkawinan. Harapannya, materi yang kami dapatkan dapat diterapkan langsung di lapangan agar penyuluh semakin berperan dalam memberikan bimbingan pernikahan dalam membangun keluarga yang harmonis, kuat, dan maslahat,” ujarnya.

Kegiatan PJJ diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di 2 Provinsi yaitu Provinsi Riau dan Kepulauan Riau dengan metode pembelajaran daring yang interaktif. Program ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara KUA, penghulu, penyuluh agama, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan keluarga yang sakinah, mawadah warahmah. (Anti/Arief)