Kuansing (Kemenag) – Yusneli dan Nurfitri Yeni, dua penyuluh agama Islam yang berdedikasi, hari ini melaksanakan program pemberantasan buta aksara Al-Quran di SMP 1 Atap Petapahan, Kecamatan Gunung Toar.Senin, 03/11/ 2025.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman dan kemampuan membaca Al-Quran di kalangan siswa.
Program ini menyasar siswa-siswi yang memiliki keterbatasan dalam membaca Al-Quran. Dengan metode pembelajaran yang interaktif dan pendekatan yang personal, Yusneli dan Nurfitri Yeni berusaha menumbuhkan minat serta kemampuan siswa dalam membaca kitab suci umat Islam tersebut.
"Kami melihat masih banyak siswa yang kesulitan membaca Al-Quran dengan baik dan benar. Melalui program ini, kami berharap dapat membantu mereka mengatasi kesulitan tersebut dan meningkatkan kecintaan mereka terhadap Al-Quran," ujar Yusneli, salah satu penyuluh agama Islam yang terlibat.
Nurfitri Yeni menambahkan, "Kami menggunakan metode yang sederhana dan mudah dipahami oleh siswa. Selain itu, kami juga memberikan motivasi dan dukungan agar mereka tidak merasa minder dan terus bersemangat dalam belajar."
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah dan masyarakat setempat. Kepala Sekolah SMP 1 Atap Petapahan, Bapak [Nama Kepala Sekolah], menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif yang dilakukan oleh Yusneli dan Nurfitri Yeni.
"Kami sangat berterima kasih atas kehadiran dan dedikasi Ibu Yusneli dan Ibu Nurfitri Yeni. Program ini sangat bermanfaat bagi siswa-siswi kami. Semoga kegiatan ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan agama Islam di sekolah kami," tuturnya.
Dengan adanya program pemberantasan buta aksara Al-Quran ini, diharapkan siswa-siswi SMP 1 Atap Petapahan dapat lebih lancar membaca Al-Quran, memahami isi kandungannya, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.(Mas)