0 menit baca 0 %

Penyuluh Agama Batang Cenaku Ajak Orang Tua Pahami Tanda-Tanda Baligh Anak untuk Bentuk Generasi Berakhlak

Ringkasan: Indragiri Hulu (Kemenag) Dalam upaya memperkuat peran keluarga dalam pembinaan moral anak, Penyuluh Agama Islam P3K KUA Kecamatan Batang Cenaku, Dadang Hermawan dan Muhammad Solihin, melaksanakan kegiatan penyuluhan dan bimbingan keagamaan kepada kelompok binaan Majelis Taklim Ar Ridho Desa Aur Cina...

Indragiri Hulu (Kemenag) – Dalam upaya memperkuat peran keluarga dalam pembinaan moral anak, Penyuluh Agama Islam P3K KUA Kecamatan Batang Cenaku, Dadang Hermawan dan Muhammad Solihin, melaksanakan kegiatan penyuluhan dan bimbingan keagamaan kepada kelompok binaan Majelis Taklim Ar Ridho Desa Aur Cina, Kecamatan Batang Cenaku. Senin (20/10/2025). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Tanda-Tanda Baligh” dan diikuti dengan antusias oleh para ibu-ibu jamaah.

Penyuluhan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada para orang tua mengenai pentingnya mengenali tanda-tanda kedewasaan anak, baik secara fisik maupun emosional. Hal ini dinilai penting karena masa baligh menjadi titik awal anak mulai dibebani tanggung jawab ibadah dan akhlak.

“Banyak orang tua yang belum sepenuhnya memahami kapan anak dikatakan baligh. Padahal, saat itu anak sudah wajib salat, puasa, dan menjaga perilaku. Oleh karena itu, orang tua harus siap membimbingnya,” ujar Dadang Hermawan dalam penyampaiannya.

Selain penjelasan materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi interaktif seputar pengalaman para ibu dalam mendampingi anak di masa pubertas. Muhammad Solihin menambahkan bahwa pembinaan keluarga adalah pondasi utama dalam membentuk generasi berakhlak.

“Jika orang tua mampu mengenali perubahan pada anak dan mengarahkannya dengan baik, maka insyaallah anak-anak kita akan tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan beriman,” ucapnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat, khususnya para ibu di Desa Aur Cina, semakin memahami pentingnya pendidikan agama dalam keluarga serta lebih siap menghadapi perubahan fase perkembangan anak. Kegiatan semacam ini menjadi wujud nyata peran Kementerian Agama dalam membangun ketahanan keluarga berbasis nilai-nilai keagamaan.

(Reski)