0 menit baca 0 %

Penyelenggara syariah Kemenag Rohil, H. Tarmizi, SHI lakukan pengukuran arah kiblat pembangunan musholla An-Nur, Labuhan Tangga Kecil

Ringkasan: Rokan Hilir (inmas)- Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Rokan Hilir siap turun ke lapangan untuk mengukur dan mengecek arah kiblat jika ada permintaan dari masyarakat maupun panitia pembangunan masjid atau musholla.Seperti yang dilaksanakan Penyelenggara Syariah Kantor Kemenag Kab.

Rokan Hilir (inmas)- Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Rokan Hilir siap turun ke lapangan untuk mengukur dan mengecek arah kiblat jika ada permintaan dari masyarakat maupun panitia pembangunan masjid atau musholla.

Seperti yang dilaksanakan Penyelenggara Syariah Kantor Kemenag Kab. Rohil yang memenuhi permintaan dari masyarakat Kepenghuluan Labuhan Tangga Kecil, RT.12/RW.04 Kecamatan Bangko untuk mengukur arah kiblat mushala yang sudah diberi nama Musholla An-Nur.

Tim pengukuran arah kiblat yang turun ke lokasi hanya dua orang tiga orang, yakni H. Tarmizi, SHI, Penyelenggara Syariah dan Nasuha, S.Pd.I, Inmas.

Dengan peralatan yang lengkap keduanya turun ke lapangan, diantaranya menggunakan Alat Peraga Penentu Arah Kiblat maupun menggunakan bantuan teknologi digital seperti Google Maps untuk mengetahui titik koordinat lokasi pembangunan mushala dan Kompas yang direkomendasi Kemenag pada Jumat pagi (18/1/2019).

Penyelenggara Syariah, H. Tarmizi, SHI menerangkan bahwa arah kiblat merupakan titik pemersatu umat Islam dalam melaksanakan ibadah shalat. Oleh karena itu dalam melaksanakan ibadah harus benar-benar sudah mengarah ke arah kiblat.

"Pengukuran dan penentuan arah kiblat harus dilaksanakan dengan penuh kehati-hatian sehingga tidak bergeser. Hal ini karena satu derajat saja selisih maka akan bergeser ratusan kilometer dari Kabah," jelasnya.

Proses pembangunan musholla An-Nur langsung akan dimulai setelah arah kiblat telah ditentukan. Menghindari keragu-raguan masyarakat dalam melaksanakan ibadah, maka sebelum pengerjaan bangunan harus dilaksanakan pengukuran arah kiblat. Agar arah kiblat mushala An-Nur benar-benar mengarah ke Masjidil Haram, Makkah, lalu pengerjaan pembangunan musholla bisa menyesuaikan.

"Kami menghimbau kepada masyarakat agar pengukuran arah kiblat dilakukan sebelum perehaban atau pembangunan dilaksanakan agar posisi bangunan dan arah kiblat berada pada arah yang tepat," H. Tarmizi menyampaikan pesan sebelum pengukuran kiblat.

Usai pengukuran kiblat, dalam perbincangan kecil dengan masyarakat terungkap bahwa musholla yang akan dibangun ini merupakan wakaf dari seseorang yang dipastikan putra Kepenghuluan Labuhan Tangga Kecil itu sendiri yang telah sukses di Kota Batam, Kepulauan Riau.

Dia adalah Bapak Nur Islam. Pada saat pengukuran kiblat beliau tidak ada di tempat, namun kami bisa berbincang langsung dengan keponakannya yang dipercayakan untuk mengurus pembangunan musholla yang bernama Juli Laila.

Juli menjelaskan tanah yang diwakafkan seluas 3400 m2 dengan ukuran panjang 200 m dan lebar 17 m. Sedangkan ukuran musholla yang akan dibangun 10x10 meter.

“proses pembangunan akan kami laksanakan setelah pengukuran kiblat hari ini dan mudah-mudahan bulan puasa masyarakat sudah bisa memakai musholla yang baru,” uangkap Juli. (Nsh)