0 menit baca 0 %

Penyelenggara Kristen Kankemenag Siak Lakukan Pembinaan Terhadap 20 Penyuluh Non PNS

Ringkasan: Siak (Inmas) Kamis, (24/05/18), Penyuluh Agama adalah seorang yang diberi tugas, tanggungjawab dan wewenang  oleh Pemerintah untuk melaksanakan bimbingan keagamaan, penyuluhan pembangunan melalui bahasa agama kepada kelompok sasaran. Untuk dapat melaksanakan tugas dan tanggungjawab tersebut, maka K...

Siak (Inmas) – Kamis, (24/05/18), Penyuluh Agama adalah seorang yang diberi tugas, tanggungjawab dan wewenang  oleh Pemerintah untuk melaksanakan bimbingan keagamaan, penyuluhan pembangunan melalui bahasa agama kepada kelompok sasaran. Untuk dapat melaksanakan tugas dan tanggungjawab tersebut, maka Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak yang dalam hal ini bagian Penyelenggara Kristen melaksanakan pembinaan dan pembekalan Substansial maupun Teknis  bagi  penyuluh Agama Kristen non PNS bertempat di Aula Kantor Kemenag Siak.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 20 orang Penyuluh Agama Non PNS Kristen. “Seorang penyuluh agama harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya, memiliki wawasan keagamaan dan wawasan kebangsaan yang memadai dalam rangka membangun kehidupan masyarakat yang agamis, nasionalis, beriman, berbudi pekerti luhur”, tutur Morina Erika Hasibuan, S.PAK ketika membuka acara.

Kegiatan Pembinaan Penyuluh Agama Kristen Non PNS ini tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, Drs. H. Muharom. Dalam arahannya, orang nomor satu pada lingkup Kankemenag Siak ini menuturkan bahwa seorang Penyuluh Agama berperan sebagai  agent of change yakni berperan sebagai pelaku utama perubahan kearah yang lebih baik, di segala bidang kearah kemajuan,  perubahan dari yang negatif atau pasif menjadi positif atau aktif karena itu menjadi motivator utama pembangunan. “Peranan ini sangat penting karena pembangunan di Indonesia tidak semata membangun manusia dari segi lahiriah atau jasmaniahnya saja, melainkan membangun segi rohaniah, mental spiritualnya, keduanya dibangun secara bersama-sama”, ungkapnya.

Lebih lanjut, Muharom juga memotivasi bahwa demi suksesnya pembangunan, penyuluh agama berfungsi sebagai pendorong masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan, ikut serta mengatasi berbagai hambatan yang mengganggu jalannya pembangunan, khususnya mengatasi dampak negatif, melalui  penyuluhan agama dan pembinaan kepada masyarakat dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti oleh mereka.

Usai pembukaan, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan pembinaan yang disampaikan oleh Penyelenggara Kristen Kankemenag Siak, Morina Erika Hasibuan, S.PAK. Tampak seluruh peserta antusias dan penuh perhatian mengikuti tahapan kegiatan pembinaan tersebut dari awal hingga akhir. (Hd)