Meranti (Inmas) - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau melalui Penyelenggara Buddha mengadakan kegiatan dialog kerukunan intern umat Buddha pada Kamis, (27/02/2020) di Hotel Red 9 Jalan Siak Selatpanjang. Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti H. Agustiar, S.Ag.
Selain Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti H. Agustiar, hadir dalam kegiatan pembukaan tersebut Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubag TU) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti H. Jasmail, S.Ag, Penyelenggara Buddha Metawati, S.Ag, Pembimas Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Tarjoko, S.Ag, MM, para peserta dialog serta para undangan lainnya.
Penyelenggara Buddha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti Metawati, S.Ag ketika ditemui disela-sela kegiatan menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah dalam menjaga kerukunan internal umat beragama terutama agama Buddha. Metawati berharap kegiatan yang dilaksanakan dapat memberikan pemahaman yang komprehensif terhadap isu-isu aktual dalam masyarakat sehingga kerukunan umat beragama bisa terus terjaga dan terjalin serta akan terus dipertahankan dimasa mendatang.
Kegiatan dialog kerukunan intern umat Buddha tersebut diisi dengan pemaparan materi oleh beberapa narasumber yaitu Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti H. Agustiar, S.Ag dengan tema moderasi beragama dalam pembangunan bangsa, Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kepulauan Meranti Drs. Mahfur tentang regulasi pendirian rumah ibadah, Kasubag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti H. Jasmail, S.Ag tentang penanggulangan dan pencegahan radikalisme dan terorisme dan pemateri terakhir yaitu Pembimas Buddha pada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Tarjoko, S.Ag, MM tentang penguatan relasi agama dan budaya dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.
Kegiatan dialog tersebut diikuti sekitar 35 orang peserta dari berbagai unsur seperti Penyuluh Agama Buddha Non PNS, Mapanbumi, MBI, Matrisia, MTI, Yayasan Prajna Mitra Maitreya, Yayasan Bodhi Ratana, Yayasan Arya Marga dan perwakilan / utusan dari organisasi keagamaan Budhha lainnya. (Zieah/kuri).