Riau (Inmas)- Salah satu aspek yang seharusnya mendapat
perhatian utama oleh setiap pengelola pendidikan adalah sarana dan prasarana pendidikan.
Sarana dan prasarana pendidikan umumnya mencakup semua fasilitas yang secara
langsung dipergunakan dan menunjang proses pendidikan, seperti gedung,
ruangan belajar, media pendidikan, aula, halaman dan lainnya.
Kabag TU Kanwil Kemenag Riau, Drs H MAhyudin MA, didampingi
Kasubag Perencanaan dan Keuangan H Muliardi M Pd, dan Kepala MAN 2 Pekanbaru
Norerlinda M Pd, Rabu (11/4/2018) usai meninjau rehab MAN 2 Pekanbaru
mengatakan, semakin bertambah siswa maka segala sarana dan prasarana
madrasahpun harus meningkat.
“Semakin bertambah siswa, selain penambahan ruang belajar
juga peningkatan sarana dan prasarana, seperti ruang pertemuan dan lainnya.
Untuk itu rehab Aula MAN 2 Pekanbaru yang kondisinya sudah tidak memungkinkan merupakan
hal yang mendesak. Dan tadi kita sudah saksikan dengan cara merenovasi sehingga
nyaman digunakan,” ungkapnya dan berharap agar Aula MAN 2 Pekanbaru dapat dimanfaatkan
untuk berbagai kegaitan pendidikan.
Kasubag Perencanaan dan Keuangan H Muliardi M Pd mengatakan,
untuk pembangunan sarana dan prasaranan pendidikan di Riau pada tahun 2018 sebesar
Rp250 M, termasuk didalamnya belanja pagawai.
“Sarpras Pendis tahun ini Rp250 M, termasuk didalamnya
belanja pegawai. Karena anggaran semakin minim, untuk itu sapras benar- benar
diprioritaskan untuk sarana penunjung yang mendesak. Madrasah merupakan icon
dari Kementerian Agama, untuk itu perhatian harus diberikan kepada Madrasah
selain pemenuhan sarana penunjang lainnya, seperti aula, pagar dan lainnya. Yang
lebih substantif adalah pengadaan alat- alat UNBK seperti Komputer atau laptop,”
jelasnya.
Kepala MAN 2 Pekanbaru Norerlinda M Pd mengambahkan, untuk
rehab aula MAN 2 Pekanbaru menelan anggaran
sekiar Rp320 juta dari DIPA dan
dana Komite 2018.
“Alhamdulillah pada tahun ini kita mendapatkan bantuan rehab
Aula MAN 2 Pekanbaru, karena memang aula ini selama berdiri belum pernah
direhab. Anggaran DIPA sekitar Rp215 juta ditambah dana komite sekiar Rp70
juta. Aula ini kita setting untuk
kapasitas 500 orang dan digunakan berbagai kegiatan, termasuk kegiatan siswa intrakulikuler
dan ekstrakuler,” jelasnya. (mus/faj)