0 menit baca 0 %

Pentingnya Peran Guru dalam Penyusunan Soal USBN untuk keberhasilan Peserta Didik

Ringkasan: Riau (Inmas) - Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) merupakan salah satu cara untuk mengukur tingkat keberhasilan baik pemerintah, guru/Lembaga pendidikan dan Peserta didik dalam memahami pelajarannya selama bersekolah. " Kepada guru Profesional yang ditunjuk sebagai sarana untuk melakukan pengu...

Riau (Inmas) - Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) merupakan salah satu cara untuk mengukur tingkat keberhasilan baik pemerintah, guru/Lembaga pendidikan dan Peserta didik dalam memahami pelajarannya selama bersekolah.

" Kepada guru Profesional yang ditunjuk sebagai sarana untuk melakukan pengukuran sebuah keberhasilan  yang tuangkan dalam bentuk soal-soal harus memahami kompetensinya. Karena penilaian berbasis kompetensi merupakan teknik evaluasi yang harus dilakukan guru dalam pembelajaran disekolah. Upaya tersebut harus memiliki beberapa kriteria diantaranya adanya kesesuaian materi yang diuji dengan target kompetensi yang harus dicapai melalui materi tersebut dan bahan soal tersebut harus memuat informasi dan data yang daat dijadikan landasan bagi pengembangan standar sekolah, wilayah dan nasional melalui hasil proses belajar mengajar". Demikian disampaikan Plt. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau H. Mahyudin dalam pemaparannya pada kegiatan Penyusunan dan perakitan soal USBN dan UN Matapelajaran Budha di Hotel Ameera Pekanbaru pada Rabu (6/2/19).


Soal yang bermutu adalah soal yang dapat membedakan setiap kemampuan peserta didik dalam memahami materi pembelajaran. Syarat soal itu dikatakan bermutu apabila soal tersebut Valid artikata mengujikan materi dan kompetensi yang tepat, handal dengan kata lain  hasil pengukurannya konsisten dan adil.
Dalam soal yang dibuat tersebut harus mengandung kisi-kisi yang dapat mewakili isi silabus/kurikulum atau materi yang telah diajarkan secara tepat dan proporsional, komponen-komponen yang diuraikan jelas dan mudah dipahami serta materi yang hendak ditanyakan dapat dibuatkan soalnya. Lanjut H. Mahyudin


Dalam kegiatan yang diikuti oleh 60 Orang peserta tersebut, Plt. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau berpesan agar dalam penyusunan soal-soal baik untuk USBN/UN terlebih dahulu harus menentukan tujuan tes, menentukan kompetensi yang akan diuji, menentukan materi yang diujikan, menetapkan penyebaran butir soal berdasarkan kompetensi, materi dan bentuk penilaiannya, terlebih dahulu menyusun kisi-kisinya, menulis butir soalnya, memvalidasi butir soal atau menelaah secara kualitatif, merakit soal menjadi perangkat tes, menyusun pedoman pen-skoran butir soal, analisa butir soal secara kuantitatif dan data empirik serta perbaikan soal berdasarkan hasil analisis. (ana)