0 menit baca 0 %

PENTINGNYA MEMAHAMI PERASAAN HATI ANAK DIDIK

Ringkasan: Indragiri Hulu,(Inmas). Senin, 17 Februari 2020, aku tiba digerbang sekolah  pukul 06.50 wib. Setelah memarkirkan sepeda motor, akupun berlalu menuju kantor untuk menaruh tas ransel kesayanganku, kemudian akupun beranjak menuju gerbang untuk menyambut kedatangan anak didikku tiba di sekolah tempat...

Indragiri Hulu,(Inmas). Senin, 17 Februari 2020, aku tiba digerbang sekolah  pukul 06.50 wib. Setelah memarkirkan sepeda motor, akupun berlalu menuju kantor untuk menaruh tas ransel kesayanganku, kemudian akupun beranjak menuju gerbang untuk menyambut kedatangan anak didikku tiba di sekolah tempat aku mengabdikan diri sebagai seorang guru.
Didalam perjalananku menuju gerbang masuk, langkahku dihambat oleh sekumpulan siswiku kelas 5 SD, mereka memanggilku.. ibu...sinilah..., sama kami..., iya nak, nanti bu guru ke sana ujarku sambil tersenyum pada mereka yang kulihat sedikit cemberut pagi itu, namun aku terus berlalu menuju gerbang bersama siswiku kelas 4 yang sedari tadi sudah bergelayutan dilenganku untuk menunggu kedatangan anak didikku yang lain.
Ketika jam dipergelangan tanganku sudah menunjukkan pukul 07.17 wib, akupun bergegas menutup pintu gerbang, karena sebentar lagi bel akan berbunyi pertanda jam pelajaran akan dimulai.
Setelah itu, akupun berjalan ke arah siswiku kelas 5 yang telah kujanjikan untuk menemui mereka, akupun duduk bersama mereka dipojok baca depan kelas mereka.
Ayo…!!!! ada gerangan apa tadi memanggil bu guru….???????, terbersit dalam pikiranku, kemungkinan anak didikku tersebut mau curhat hal-hal yang sepele seperti yang mereka lakukan selama ini.
Ayo…duduk semua dekat bu guru, sini…….kulihat wajah mereka semuanya masam bak asam jeruk nipis….hal ini tentu membuatku jadi salah tingkah….apa ada salahku….?????
Ternyata perkiraanku salah, mereka bukan mau curhat hal yang sepele pagi ini, tapi ada hal yang serius yang dikatakan mereka terkait dengan perasaan hatinya, ternyata mereka cemburu sama adik kelas 4 nya, mereka bilang, sayangnya bu guru sudah terbagi,…….ya Allah ya Rabbi, aku menepuk jidat,…..Masya Allah nak, apa yang kalian cemburukan dari adik-adikmu itu…???? Aku sampai terkekeh mendengar ungkapan hati mereka.
Iya, bu guru sekarang menunggu kawan kawan digerbang sama adik adik kelas 4, tidak sama kami lagi, bu guru berubah deh... , lalu kujawab, apa ibu berubah seperti
power rangers ya. .?? kudengar mereka serempak menjawab....aaah bu guru ni...lucu deh, kulihat senyum mereka kembali..., " bu guru tidak berubah nak, masih seperti biasanya, tak boleh cemburu dong..., esok pagi kita sama sama menunggu kawan kawanmu digerbang ya...????
Dan akhirnya mereka hari ini (Selasa, 18 Februari 2020) ikut bersama adik adik kelas 4 nya untuk ikut berdiri digerbang bersamaku menunggu kedatangan teman-temannya.
Bu guru tahu nak, kamu cemburu itu karena kamu sayang sama bu guru, tapi esok tidak boleh lagi cemburu ya sayang, bu guru sayang sama kalian semua tanpa terkecuali
Akhirnya senyum merekah kembali menghias wajah imut mereka, akupun ikut senang, ternyata mereka cemburu karena ingin berebut perhatian dariku..., sungguhkah itu nak...????!!!
Ya Allah ringannya langkah kakiku dalam menjalani tugasku di sekolah ini, aku mendapatkan cinta, rindu, kasih dan sayang dari mereka semua, terima kasih atas nikmat dan karuniamu ini ya Robbi.
Sangat penting untuk mengerti dengan perasaan hati anak didik, serta rasa keadilan yang kita berikan selaku tenaga pendidik bagi setiap anak didik, demikian pengalaman Haspiarni, S.Ag selaku guru Pendidikan Agama Islam di SD N 007 Sidomulyo, Kecamatan Lirik-Kab. Inhu yang juga merupakan Ketua KKG PAI (Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam) Kab. Inhu.(tulang)