Riau (Inmas) – Mata pelajaran Bahasa Arab merupakan suatu mata pelajaran yang diarahkan untuk mendorong, membimbing, mengembangkan dan membina kemampuan siswa menumbuhkan sikap positif terhadap bahasa arab baik itu resptif maupun produktif (sebagai alat komunikasi secara lisan maupun tulisan. Kemampuan berbahasa Arab serta sikap positif terhadap bahasa arab tersebut sangat penting dalam membantu memamahmi sumber ajaran Islam alquran dan hadist serta kitab kitab berbahasa arab yang berkenaan dengan Islam bagi peserta didik.
Untuk itu perlu dipersiapkan untuk pencapaian kompetensi dasar berbahasa arab, ujar Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA pada pertemuan dengan Kepala MAN 1 dan salah seorang guru Bahasa Arab dari Mesir yang akan mengabdi selama tiga tahun di Riau. Pertemuan tersebut berlangsung akrab dan hangat pada Rabu 13 September 2017 siang di ruang kerja Kakanwil Kemenag Riau. Hadir pada kesempatan tersebut Kabag TU Drs H Mahyudin MA, Kabid Pakis Drs H Fairus, Kasubbag Inmas Dedi Sahrul S Kom Msi, Kasubbag Umum H Darwison MA,H Janheri salah seorang staf Bidang Pakis sebagai penterjemah bahasa indonesia, serta beberapa tim Inmas Kanwil Kemenag Riau.
Salah seorang dari mereka yang bernama Ust Ahmad Sodiq mengakui tujuan  kedatangannya  ke Riau guna mengembangkan pendidikan agama dan melakukan pendekatan syari’at Islam di Madrasah Aliyah dengan melibatkan seluruh unsur dan komponen yang ada di madrasah Aliyah terutama MAN 2 tempat beliau akana mengabdikan dir berbagi ilmu. Pria asal Kota Maditan tersebut mengatakan sangat mendukung segala program pemerintah melalui Kementerian Agamadalam mengembangkan syiar syiar Islam melalui pelajaran bahasa arab. “Saya sangat bangga dengan senang bisa bertemu dengan Kakanwil Kemenag Riau secara langsung, dan bisa dipercaya menjadi tenaga pengajar di di Riau ini, Insyaallah saya akan akan mengabdi di Riau ini selama tiga tahun kontrak, ujarnya.
Sementara itu Kakanwil sangat apresiatif dan berbahagia Riau menjadi salah satu destinasi pengabdian empat orang tenaga pengajar dari Mesir untuk mengajar bahasa arab. Empat orang tenaga pengajar tersebut akan ditempatkan di empat madrasah berbeda, antara lain di MAN I, MAN Taluk Kuantan, MAN 2, dan di Pesantren Madd Darussalam Kabun rohul, tuturya. Bapak tiga orang anak ini sangat berharap para ustadz tersebut akan betah selama di Riau. Lebih dari itu Kakanwil mengatakan bahasa arab bukan hanya sekedar metode tapi bisa mengajak anak anak madrasah bisa berbahasa arab termasuk para gurunya nanti.
“Harapan kita kedepan, Bahasa Arab ini bisa menjadi bahasa sehari hari mereka di madrasah atau pun pondok pesantren, selama ini sejak SD hingga perguruan tinggi sebagian kita belajar bahasa arab juga, namun tak pandai pandai dalam berkomunikasi bahasa arab”, terang AHS berseloroh. “Jika sudah terbiasa menggunakan bahasa arab dalam keseharian, maka otomatis akan terbiasa dan faseh berbahasa arab, bahasa arab bukan bahasa yang asing bagi kita, cuman karena jarang kita biasakan saja, toh 30 persen Bahasa Indonesia bersumber dari bahasa arab juga, imbuhnya menutup bincang.(vera/eka/faj)