Riau (Inmas) - Pada Tanggal 9 s.d 14 Oktober 2017, sepekan kedepan Kemenag RI menggelar cara pentas PAI Nasional ke VIII di Banda Aceh. Salah satu cabang lomba yang memancing antusias penonton adalah lomba kreasi busana Islami yang diikuti oleh siswa SMK /SMA.
Diana MPd selaku Kepala Sekolah SMK N Siak yang sekaligus sebagai pendamping cabang lomba kreasi busana, mengungkapkan ada dua tema dalam lomba kreasi busana tingkat SMK casual Lux dan Busana Pesta Muslimah Nusantara ada 26 dari 34 provinsi yang turut unjuk kemampuan dalam membuat sketsa dan mempresentasikan design karya masing masing.
Kriteria penilaian dalam kreasi busana tersebut antara lain : Presentase peserta meliputi tentang tema rancangan sesuai tema dan prinsip design busana Islami, kemampuan pembuatan skema rancangan dengan nilai bobot 30 persen. Kedua, Penilaian hasil rancangan meliputi metode dan teknik menjahit dengan bobot nilai 25 persen, penggunaan bahan sebanyak 20 persen, padu padan warna dan paduan kreasi busana serta keserasian rancangan dan penampilan sebanyak 1 persen, serta yang tak kalah penting memiliki nilai jual bernilai bobot 10 persen, ujarnya.
Sementara itu untuk kriteria penilaian sebut Diana dilakukan dengan dua tahapan yaitu : Tahap one-on-one meeting dengan juri (tahap penyisihan). Pada tahap ini, seluruh peserta diminta untuk membuat sketsa desain busana yang maksimal selama 10 menit kemudian hasil sketsa yang dibuat peserta dengan dua rancangan baju ditampilkan an dijelaskan didepan juri selama 15 menit.
Lebih lanjut dikatakannya hasil tahapan ini akan ditetapkan sebagai finalis lomba untuk mengikuti tahap berikutnya, terakhir tahap pergaan hasil rancangan (tahap final). Pada tahap ini, seluruh peserta diminta untuk menyediakan model, baik dengan orang lain dengan peserta yang bersangkutan, untuk memperagakan langsung dipanggung, lalu juri akan mengajukan beberapa pertanyaan seputar rancangan yang dibuatnya.
Adapun tema yang diangkat untuk setiap busana yang dilombakan adalah menggunakan kain tradisional daerah disertai pernak pernik yang menjadi keunikan dan khas daerah masing masing. Berbagai paduan glamor, etnik, dan unik terlihat jelas membius semua yang hadir.
Tepat pukul 17.00 WIB Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA beserta istri didampingi Kepala Bidang Pakis Drs H Fairus beserta istri tampak serius mengikuti presentasi peserta rancangan desain dari Riau Yua Molek Siswi kelas XI SMK N Siak. Presentasi dengan durasi 15 menit itu tampak percaya diri di suguhkan siswi murah senyum ini di hadapan para dewan juri. Sama seperti hal yang lainnya, siswi kreatif dan berbakat itu menggunakan kain tradisional unik dalam setiap detil rancangannya.(vera)