0 menit baca 0 %

Pentas PAI Aceh Dibuka Menag, Ratusan Penabuh Memukau Penonton

Ringkasan: Aceh (Inmas) - Gelaran pentas Keterampilan dan  Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) Tingkat Nasional ke VIII Tahun 2017 di buka Menag RI Lukman Hakim Syaifuddin pada pukul 20.00 WIB di Lapangan Taman Shulthanah Shafiatuddin, Aceh.Pembukaan ditandai dengan penabuhan beduk Rapai Aceh oleh Menag...

Aceh (Inmas) - Gelaran pentas Keterampilan dan  Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) Tingkat Nasional ke VIII Tahun 2017 di buka Menag RI Lukman Hakim Syaifuddin pada pukul 20.00 WIB di Lapangan Taman Shulthanah Shafiatuddin, Aceh.

Pembukaan ditandai dengan penabuhan beduk Rapai Aceh oleh Menag LHS didampingi Gubernur Aceh, Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin, Direktur PAI Imam Syafi'i dan para pejabat dilingkungan Kanwil Kemenag Aceh.

Lebih kurang sebanyak 500 penabuh dan penari Rapai yang berkolaborasi dengan rytem Aceh Tradisional musik orkestra dengan materi lagu ' jinoe" memeriahkan pembukaan Pentas Keterampilan dan seni Pendidikan Agama Islam tersebut.

Keseluruhan rangkaian pembukaan pentas seni layak diacungi jempol. Kombinasi berbagai peragaan pun berhasil memukau seluruh tamu yang hadir. Masing masing kontingen tampil dengan khas dan baju kebesaran masing masing.

Sangat memanjakan mata yang melihat, menggambarkan masyarakat Indonesia dengan beragam latar suku, agama, ras, serta budaya masing masing. Tetapi tetap dalam satu payung kebhinekaan Indonesia.

Pentas seni 2017 mengambil tema "Merawat keragaman memantapkan keberagamaan, tema ini kata Menag menjadi jati diri bangsa Indonesia yang tak bisa dipisahkan, karena Indonesia bangsa yang sangat majemuk, dari latar suku, agama, ras, serta budaya masing. Menag menilai hal itu menjadi fitrah dan anugrah Allah Swt kepada bangsa Indonesia yang patut disyukuri.

"Keragaman menjadi sebuah kekayaan yang sangat agung yang perlu kita rawat bersama, ujarnya. Intinya bangsa indonesia, memiliki nilai nilai yang sangat menjunjung tinggi keberagamaan, dan orang orang beragama tidak lepas dari keberagaman yang sudah menjadi fitrah bangsa ini, tekan Menag RI.

Menurut Menag, pentas PAI ini bertujuan untuk mengevaluasi ketuntasan program pembelajaran sekolah umum, sebagai barometer bagi pihak terkait dalam mengambil kebijakan dalam upaya mendorong siswa agar terus semangat belajar, sebagai ajang untuk mengetahui potensi generasi muda.

Sudah seharusnya, lanjut Menag pendidikan agama Islam dapat memperkuat identitas keIndonesiaan, meneguhkan persaudaraan dan kerukunan dalam bingkai keberagaman.(vera/Rsmn)