0 menit baca 0 %

Penjaringan Kesehatan Calhaj, Dinkes Butuh Data Kemenag

Ringkasan: Riau (Inmas) Dalam konteks persiapan calon jamaah haji Dinas Kesehatan tentunya menjadi pihak yang paling bertanggung jawab untuk bisa memberikan pelayanan kesehatan kepada jamaah secara maksimal. Persiapan musim haji tahun ini, sudah kita mulai sejak kepulangan jamaah haji Tahun 2018 lalu.
Riau (Inmas) – Dalam konteks persiapan calon jamaah haji Dinas Kesehatan tentunya menjadi pihak yang paling bertanggung jawab untuk bisa memberikan pelayanan kesehatan kepada jamaah secara maksimal.

Persiapan musim haji tahun ini, sudah kita mulai sejak kepulangan jamaah haji Tahun 2018 lalu. Tindakan preventif terhadap penyakit jamaah, melalui Permenkes 15 Tahun 2016 tentang istitho’ah kesehatan jamaah haji merupakan langkah tepat. Hal ini diungkap salah satu pengelola kesehatan Haji Pemprov Riau, di Hotel Dafam Pekanbaru (12/02).

Menurutnya penyelenggaraan ibadah haji merupakan tanggung jawab seluruh instansi yang terlibat. Untuk Dinas Kesehatan sendiri bertugas melakukan pemeriksaan tahap I dan Tahap II dan diembarkasi adalah tahap III dilaksanakan leh KKP dan dinas kesehatan, sebutnya. “Tahap I dan II inilah mulai penjaringan masalah kesehatan. “Mampu atau tidaknya calhaj terlihat disini”, ujarnya.
 
Ia menilai pemeriksaan jamaah haji itu seharusnya sudah dilakukan sejak awal melakukan pendaftaran sampai jelang keberangkatan bahkan dua atau tiga tahun jelang berangkat. Hal ini penting, karena akan bisa mendeteksi berbagai penyakit yang akan bisa dikendalikan sejak dini.
“Semakin cepat diketahui penyakitnya apa, semakin cepat penanganan, sehingga jamaah didapatkan sehat saat berangkat (istitho'ah) mampu jasmani dan rohani”, lanjutnya.

Lebih lanjut dikatakannya tim penyelenggara kesehatan kab/kota bertanggung jawab terhadap layanan kesehatan jamaah ini. Tahap I dilakukan di Puskesmas setempat, rumah sakit sifatnya hanya sebagai tempat rujukan.

Ia menambahkan terkait dalam teknis pemeriksaan calhaj,  wajib di lakukan di Puskesmas, akan lebih baik dimana wiilayah tempat calhaj bermukim guna meningkatkan jangkauan pelayanan. Hal itu dilakukan untuk memudahkan proses administrasi.

“Kalau sudah berada di wilayah calhaj itu sendiri, BPJS (faskes) nya disana, meskipun untuk medical check up calhaj harus bayar, namun untuk selanjutnya calhaj bisa memanfaatkan fasilitas itu tanpa mengeluarkan biaya lagi sesuai BPJS yang dimiliki.

“Kalau sudah tidak bisa ditangannya puskesmas untuk penanganan penyakit tahap I baru kita gunakan sistem rujukan untuk mendapatkan pelayanan spesialistik", terangnya. 

Ia mengingatkan setiap calhaj harus memperhatikan standar dalam pemeriksaan  kesehatan : Pertama, pemeriksaan penyakit menyangkut keluarga, jamaah atau keturunan terdahulu. Kedua, menyangkut pemeriksaan fisik mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki. Ketiga, pemeriksaan jiwa karena orang yang punya gangguan jiwa dalam tingkat berat tidak istitho’ah untuk diberangkatkan. Keempat, pemeriksaan penunjang mulai dari darah rutin, urin rutin, kimia darah, EKG dan Torak.
“Tetapi jika dokter menganjurkan untuk RMI atau St Scan boleh boleh saja sesuai dengan indikasi penyakit calhaj”, ulasnya. 
“Jika calhaj terdiagnosa penyakit beresiko tinggi maka puskesmas  akan memberi rujukan ke rumah sakit untuk ditindaklanjuti secara serius, apalagi ada kategori yang sudah ditetapkan untuk calhaj tahun ini. Apakah istitho'ah dengan pendampingan atau  istitho’ah jangka waktu (sementara).

"Sayangnya hal ini yang sering diabaikan calhaj kita, masih lama koq berangkatnya, kenapa harus cepat cepat periksa kesehatan”, ungkapnya. 
“Kesehatan sangat menentukan, bisa gagal berangkat hanya karena tidak memenuhi istitho’ah kesehatan”, tegasnya.

Untuk itu butuh sinergitas yang kuat diantara pihak kesehatan di daerah maupun kecamatan, termasuk Kemenag sebagai leading sektor penyelenggaraan indah haji saling berkoordinasi dengan baik.

“Jika Kemenag tidak memberikan data jamaah kepada kita, pihak kesehatan tidak akan bisa berbuat apa apa, melalui rapat lintas sektoral ini diharapkan dapat menuangkan aspirasi dan program terbaik demi menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji”, tukasnya.(vera)