0 menit baca 0 %

Peningkatan Kualitas Guru untuk Kelulusan UN

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas) - MAN 2 Model Pekanbaru taja Workshop Kurikulum Bedah SKL UN SMA/MA Tahun 2017 dan Pengembangan Soal, Hari Jumat (17/2), di Aula MAN 2 Model Pekanbaru. Kegiatan workshop ini diikuti oleh para guru mata pelajaran dan pengawas madrasah yang bertujuan sebagai pembahasan dan pengembang...

 Pekanbaru (Inmas) - MAN 2 Model Pekanbaru taja Workshop Kurikulum Bedah SKL UN SMA/MA Tahun 2017 dan Pengembangan Soal, Hari Jumat (17/2), di Aula MAN 2 Model Pekanbaru. Kegiatan workshop ini diikuti oleh para guru mata pelajaran dan pengawas madrasah yang bertujuan sebagai pembahasan dan pengembangan soal UN yang akan dilaksanakan pada pertengahan tahun ini. Narasumber yang diundang pada kegiatan ini adalah Ka. Kanwil Kemenag Riau, Drs. H. Ahmad Supardi, MA, dan Pemateri dari Kemenag RI yaitu Drs. Sucipto, M.Pd. Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari ini dimulai pada tanggal 16 - 17 Februari 2017.

Pada pengarahannya, Ahmad Supardi, menjelaskan betapa pentingnya meningkatkan kualitas guru dalam memantapkan dan mengembangkan metode pengajaran kepada siswa/i yang dihadapi.

"Bidang pendidikan selalu menjadi perhatian utama bagi pemerintahan karena hal ini dibuktikan dengan alokasi anggaran negara kita ini lebih banyak untuk pendidikan dimuali dari peningkatan kualitas guru, sarana dan prasarana pendidikan sampai pada kepentingan kebutuhan siswa/i," terang Ahmad Supardi.

Beliau juga menjelaskan bahwa 80?ri keseluruhan anggaran yang ada di Kementerian Agama RI adalah untuk proses perkembangan pendidikan agama dan keagamaan termasuk di dalamnya pendidikan madrasah.

"Sudah sepantasnya dengan anggaran yang besar tersebut harus ada peningkatan kualitas pendidikan madrasah yang berarti. Ada beberapa upaya yang akan dilakukan Kementerian Agama yaitu diantaranya meningkatkan kualitas guru madrasah yang salah satunya adalah dengan kegiatan workshop ini. Menjadi guru itu harus selalu siap di-upgrade  pengetahuan dan wawasannya, apalagi dengan perkembangan zaman yang sangat cepat ini jangan sampai guru ketinggalan pengetahuan daripada muridnya," papar Ahmad Supardi.

Beliau juga menambahkan bahwa hal ke dua yang harus ditingkatkan yaitu kesiapan sarana dan prasarana untuk menunjang pendidikan madrasah yang berkualitas.

"Tentunya sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan madrasah membutuhkan biaya operasional yang mendukung dan ini adalah poin ketiga yang tidak kalah penting, maka dari itu tahun 2017 ini Kementerian Agama Riau mendapatkan anggaran pendidikan sekitar sebesar 800 milyar," jelas Beliau.

Kemudian Ahmad Supardi melanjutkan poin selanjutnya yaitu 3 hal lain yang penting yaitu kesejahteraan guru madrasah yang meliput Gaji, tunjangan profesi, dan uang makan, kemudian Biaya BOS madrasah, dan yang terakhir Bantuan Siswa Miskin.

Perhatian yang besar dari pemerintah terhadap dunia pendidikan, Ahmad Supardi juga menjelaskan masih ada beberapa hal yang menjadi kendala dalam peningkatan kualitas pendidikan madrasah yaitu masih banyak madrasah yang mengalami kekurangan sarana dan prasarana dalam mendukung kelancaran proses belajar di madrasah terutama gedung RKB.

"Semoga kondisi negara kita akan menjadi lebih baik sehingga anggaran pendidikan dapat ditingkatkan sebagai pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana penunjang pendidikan madrasah," harapnya.

Pada akhir materi AHmad Supardi mengingatkan peserta untuk mengikuti kegiatan ini hingga selesai dan berkonsentrasi penuh pada materi yang disampaikan oleh narasumber.

"Workshop ini sangat berguna bagi guru dalam memberikan kelulusan UN bagi siswa/i sehingga siswa/i tersebut tidak hanya asal lulus tetapi MAN 2 Model Pekanbaru dapat meluluskan generasi bangsa yang berkualitas dan berprestasi," tutup Ahmad Supardi. (nvm)