Riau (Inmas)- Menjelang pelantikan pada April 2018 mendatang,
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PBNU) Provinsi Riau Priode 2017-2018
anjangsana ke Kanwil Kemenag Riau, Senin (19/2/2018).
Kedatangan rombongan pengurus PWNU yang diketuai oleh Ketua Tanfidziyah PBNU Provinsi Riau, T Rusli Ahmad SE, disambut langsung oleh Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA didampingi oleh Kabag TU Drs H Mahyudin MA, dan dihadiri oleh seluruh Kepala Bidang, Kasubbag dan Kasi di Lingkungan Kanwil Kemenag Riau.
Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA dalam sambutannya
mengharapkan, kepengurusan baru PWNU dibawah Teungku Rusli Ahmad hendaknya punya warna tersendiri dengan yang lain. Jika selama ini ketua Tanfiziah dari kalangan Kiyai, namun saat ini berasal dari politisi yang juga seorang pengusaha.
“Alhamdulillah
kita telah melakukan
audiensi antara NU Provinsi Riau dengan Kementrian Agama Provinsi Riau sehubungan dengan kepengurusan baru yang InsyaAllah beberapa hari kedepan akan dilakukan pelantikan. Semoga dengan kepengurusan baru ini akan ada gebrakan gebrakan baru yang
dilakukan oleh PBNU khususnya dalam bidang pendidikan. Apalagi didalamnya
terdapat orang- orang yang berkompeten dalam bidang perguruan tinggi seperti Prof Dr Ahmad Mujahidin MA, Prof Dr Asmar May MA dan lainnya, saya kira bisa memperjuangkan Universitas NU seperti universitas ormas lainnya,” harapnya.
Ketua Tanfidziyah PWNU Provinsi Riau, T Rusli Ahmad SE, mengatakan, anjangsananya ke Kemenag Riau dalam rangka meminta nasehat dan arahan sehingga perjalanan PWNU Riau yang akan datang dapat lebih baik. Selain mengharapkan adanya dukungan dari Kemenag terkait rangkaian kegiatan yang akan digelar menjelang puncak pelantikan pengurus PWNU yang baru.
“Ada banyak kegiatan yang kita lakukan menjelang pelantikan
PWNU pada April 2018 mendatang, diataranya kegiatan besar mendatangkan Presiden RI yaitu Istiqhosah Qubra yang akan menghadirkan sekitar 133.455 orang, dan kegiatan lainnya. Oleh karena itu pada hari ini kami sangat
bersyukur sekali diterima langsung oleh pak kanwi beserta jajarannya dan memberi
dukungan bahwa kegiatan- kegiatan akan datang disupport penuh oleh pak kanwil
sesuai dengan bidangnya,” jelasnya.
Ditambahkan, Wakil Rais Prof Dr Ahmad Mujahidin MA, ada 2 isu besar yang selalu menjadi
ketakutan Indonesia pada Arab Saudi,
yaitu Isu wahabi dan
Pendidikan. Namun pada dasarnya, orang arab sanggat bangga dengan
keberadaan oraganisasi NU.
“Setahu saya
mereka sangat bangga dengan NU karena pendiri Nahdatul Ulama Kyai Haji Hasyim Asyari. Sehingga NU yang sekarang menjadi mayoritas organisasi massa di Indonesia itu menjadi kebanggaan Arab Saudi. Terkait dengan
pendidikan, Arab Saudi insyaallah melalui Nahdatul
Ulama dan juga pak wali kota sudah mewakafkan tanah di Pekanbaru untuk membangun markas Lugho al Arabia addualia,
jadi pusat pengajaran bahasa arab tingkat dunia. Selain kita akan bangun Al Markas Al Istisrok Al Islamiya Addualia, markas pengembangan ekonomi syariah tingkat dunia juga di
pekanbaru. Dan insya allah kunjungan saya ke Riat itu dapat menghasilakan institusi
kebanggaan riau yang disana yang akan di bangun oleh arab Saudi, tapi kontennya
adalah konten ahlul sunnah waljamaah yang mana Arab Saudi sendiri akan belajar ke
Indonesia,” ungakapnya. (mus/eka/anto)