Pengurus Mesjid Nurul Falah Rantaubaru Gelar Pelatihan Imam dan Khatib
Ringkasan:
Pelalawan (Humas)- Sempena mengisi hari-hari Ramadhan, Pengurus Mesjid Nurul Falah Desa Rantaubaru, Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan akan mengadakan Pelatihan Imam dan khatib se-Desa Rantaubaru. “Kalau tak aral melintang, kita akan melaksanakan pelatihan imam dan khatib di masji...
Pelalawan (Humas)- Sempena mengisi hari-hari Ramadhan, Pengurus Mesjid Nurul Falah Desa Rantaubaru, Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan akan mengadakan Pelatihan Imam dan khatib se-Desa Rantaubaru.
“Kalau tak aral melintang, kita akan melaksanakan pelatihan imam dan khatib di masjid Nurul Falah ini pada hari Ahad, tanggal 05 Agustus atau 16 Ramadhan ini. Sebagai pemateri, khusus kita pakai beberapa orang ulama Kabupaten Pelalawan yang berasal dari desa kita ini. Mereka di antaranya adalah H. Zulkarnaini, LC, dan Haji Engku Sholeh, M.Ag,†demikian disampaikan Erwan Budiana alias Engku Amat selaku sekretaris panitia. 03/08.
Menurutnya, materi-materi yang akan disampaikan berkisar bagaimana trik-trik menjadi imam dan khatib yang baik sehingga dakwah bisa menyentuh dan mengubah prilaku masyarakat. Ia berharap nantinya peserta yang akan dilatih mampu membuat masjid selalu semarak seperti semaraknya bulan Ramadhan. Sehingga masjid betul-betul menjadi pusat kegiatan umat.
“Selain belajar jadi khatib dan imam yang profesional, pada materi nanti juga dibahas bagaimana menjadi bilal yang baik, terutama bilal selama tarawih di bulan Ramadhan. Apalagi tarawih kita di sini dua puluh rakaat yang ditambah witir tiga rakaat. Bacaan bilal yang mengantarai shalat tarawih dan witir itu banyak pula. Kita berharap kepada pemateri untuk mengajarkan ini, mulai bacaan, berupa tajwid, seni dan fasohahnya dalam membaca shalawat tersebut,†kata Erwan yang didampingi Husein selaku Ketua Pengurus masjid Nurul Falah.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut dilaksanakan karena rasa khawatir kami pada akhir-akhir ini kepada syiar kegamaan di kampung tasawuf. "Seperti akhir-akhir ini, hampir saban Jumat kita risau mencari-cari khatib sebab banyak dari khatib-khatib yang biasanya bertugas di sini, kini sudah berada di luar desa Rantaubaru. Selain itu, walaupun ada khatib tapi kita khawatir ada penilaian kurang baik dari tamu-tamu kita yang menumpang shalat di sini terhadap khatib dan imam yang bertugas tersebut. Untuk mengantisipasi itulah, kita didik generasi kita yang tinggal di sini,†sambung Erwan.
Yang paling kita takutkan sekali adalah kalau-kalau kita terkendala shalat Jumat karena tak ada khatib. Kalau ini terjadi, alangkah berdosa dan malunya kita, karena semua orang di kabupaten Pelalawan ini tahu, jika kampung Rantaubaru ini adalah kampung sufi. Negeri yang banyak melahirkan ulama-ulama besar di Kampar hilir, terutama di kabupaten Pelalawan ini.
Sementara itu, H. Zulkarnaini, LC selaku salah seorang nara sumber mengatakan, “Kita beri apresiasi atau penghargaan yang sangat tinggi kepada pengurus masjid Nurul Falah ini karena mau memikirkan keberagamaanmasyarakat kita untuk masa yang akan datang. Saya berharap semua masyarakat mendukung kegiatan ini, terutama tokoh masyarakat, seperi perangkat desa, ninik mamak dan tokoh-tokoh muda. Kalau bukan kita, siapa lagi yang memikirkan umat ini?†kata H. Zulkarnaini, ulama Pelalawan alumnus Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir ini. (griven)