0 menit baca 0 %

Pengurus LDII Paradigma Baru Silaturrahim ke Kemenag Riau

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas)- Perwakilan pengurus Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi dan Kabupaten/ Kota di Riau bersilaturrahim ke Kanwil Kemenag Riau. Kunjungan tersebut disambut oleh Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA, Kabid Penaiszawa Drs H Irhas dan Kasubag Inmas Kanwil Kemenag Riau...

Pekanbaru (Inmas)- Perwakilan pengurus Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi dan Kabupaten/ Kota di Riau bersilaturrahim ke Kanwil Kemenag Riau. Kunjungan tersebut disambut oleh Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA, Kabid Penaiszawa Drs H Irhas dan Kasubag Inmas Kanwil Kemenag Riau Drs H Darwison MA, Kamis (20/10) di Aula Kakanwil Kemenag Riau.

Dalam sambutannya, Ahmad Supardi menyampaikan, silaturrahim pengurus LDII dengan Kemenag Riau merupakan salah satu upaya bersama untuk membina umat kearah yang lebih baik. Walau selama ini LDII dianggap sebagai aliran yang tidak benar, namun hal tersebut telah berubah sejak tahun 2015 dengan LDII pradigma baru.

“LDII Pradigma baru dimana didalamnya sudah tidak ada lagi yang macam- macam. Kepengurusan LDII baru harus disosialisasikan kepada masyarakat. Fatwa tentang LDII aliran sesat harus dicabut, hal tersebut perlu dibahas pada Munas LDII yang akan digelar di Jakarta pada bulan November 2016 mendatang,” tegas Ahmad Supardi seraya menyebutkan bahwa pencabutan Fatwa tidak bisa dilakukan hanya dengan rekomendasi, jadi perlu ditegaskan dalam Munas.

LDII Pradigma baru yang hadir sesuai dengan ajaran Islam yang sesunggunya harus segera disosialisasikan dalam rangka membantu pemerintah dalam mengurus permasalahan umat. Dimulai dari lingkup terkecil yaitu keluarga, lalu merambah ke masyarakat. Sehingga kerukunan beragama tetap berjalan stabil di tengah- tengah masyarakat.

Perwakilan LDII Provinsi Riau dalam pertemuan singkat tersebut melaporankan bahwa LDII Pradigma baru mengacu pada ajaran Islam yang sesunggunya. Dimana hingga tahun 2016, kepungurusan DPD LDII Provinsi Riau sudah terbentuk di 11 Kabupaten/ Kota, yang belum Meranti. Terdiri dari 83 PC dan 89 PAC.

“Sampai saat ini kita terus melakukan pembinaan. Dan kita juga bekerjasama dengan MUI untuk melakukan pembinaan Dai dan Daiah agar dapat berkontribusi di masyarakat. LDII Pradigma baru konsisten untuk melakukan pembinaan umat,” ujarnya dan mengakui bahwa isu- isu fenomenal LDII zaman dulu masih ada, namun hal tersebut akan tertepis seiring dengan waktu dan peran LDII yang akan dating. (mus/novam)