0 menit baca 0 %

Pengurus FKDT Dan Kankemenag Siak Gelar Acara Silaturrahim Dan Pembinaan Kepala MDTA Se Kabupaten Siak

Ringkasan: Siak (Inmas) Selasa, (30/01/18), Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak melalui Seksi Pendidikan Islam menggelar acara Silaturrahim dan Pembinaan Kepala Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Se- Kabupaten Siak bertempat di Gedung Mahratu, Kota Siak.

Siak (Inmas) – Selasa, (30/01/18), Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak melalui Seksi Pendidikan Islam menggelar acara Silaturrahim dan Pembinaan Kepala Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Se- Kabupaten Siak bertempat di Gedung Mahratu, Kota Siak. Hadir pada kegiatan tersebut, Asisten 3 Bupati Siak, Drs. H. Jamaluddin, M.Si, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, Drs. H. Muharom, Kepala Seksi Pendidikan Islam Kankemenag Siak, Resman Junaidi, S.HI dan Kepala MDTA Se Kabupaten Siak dari 14 Kecamatan dengan jumlah MDTA 285.

Kegiatan yang dibuka oleh Asisten 3 ini mengambil tema “Memperkokoh Eksistensi MDTA Dalam Mengemban Kesetaraan Pada Sistem Pendidikan Nasional Dalam Penguatan Karakter”. Dalam sambutannya, Asisten 3 menyampaikan bahwa peran MDTA sangat penting dan vital untuk mendampingi sekolah umum dalam hal memenuhi pengetahuan agama. Oleh sebab itu, keberadaan MDTA sangat didukung oleh pemerintah Kabupaten Siak hal ini dibuktikan dengan diterbitkannya perda tentang MDTW.

Sementara itu, Kakankemenag Siak mengatakan bahwa keberadaan Madrasah Diniyah diharapkan mampu membenahi dan mampu mengembalikan keadaan karakter seorang anak bangsa ke hal-hal yang positif. Seiring dengan perkembangan zaman akibat dari fasilitas teknologi yang memadai, sehingga dengan mudahnya hal negative, seperti pornografi, narkoba, minuman keras, tawuran dan lain-lain sebagainya. Bila pendidikan agama tidak dibentengi pada diri anak sejak dini, maka Pengaruh-pengaruh negative tersebut diatas akan mudah ditiru dan dipraktekan oleh anak-anak generasi penerus bangsa.

Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah merupakan sebuah sekolah non-formal yang berada dalam naungan Kementerian Agama. Sekolah non-formal ini sudah lama dikenal sebagai institusi pendidikan keagamaan yang ada di Indonesia. Dan keberadaannya masih eksis sampai sekarang. Khususnya di Kabupaten Siak, MDTA sangat di Perhatikan oleh Pemerintah. Baik Kementerian Agama maupun Pemerintah Daerah. Hal ini dibuktikan dengan beberapa bantuan yang telah digulirkan oleh Pemerintah daerah, baik berupa bangunan gedung secara permanen maupun bantuan untuk insentif guru pada Madrasah tersebut. Bahkan Ijazah yang diperoleh dari MDTA merupakan salah satu Syarat untuk melanjutkan pendidikan kejenjang SMP. (Hd)