Meranti(inmas).Kamis (5/9/2019) CPNS penghulu pertama di KUA Kec. Merbau, Abdul Kadir jailani Pulungan, S.H.I, M.H.I Menyampaikan tausiah agama di Masjid Syuhada' di desa Pelantai Kec. Merbau.
Kegiatan yang di taja oleh BKMT se-Kecamatan Merbau ini dihadiri oleh Sekcam kec. Merbau amuniruddin, S.E, ketua BKMT Nurbaya, ketua dan pengurus masjid syuhada' serta tokoh masyarakat pelantai dan jamaah majelis taklim orang dari berbagai desa di Kecamatan Merbau.
Dalam Tausiah nya Abdul Kadir Jailani menyampaikan ada beberapa amalan di bulan muharrom yg dapat ditipologi kepada 2, pertama, yakni Hablum minallah dan yang ke dua hablum minannas.
Hablum minallah berupa berpuasa tasu'ah (9 muharrom) dan puasa Asyura (10 muharrom). Dalam sejarah nya bahwa Rasulullah S.A.W hanya pernah mempraktekkan puasa Asyura.
Namun untuk puasa tasu'ah Rasulullah belum pernah melaksanakannya, karena diceritkan bahwa ketika sahabat nabi Abdullah Ibnu Abbas sedang berjalan dengan Rasulmengatakan bahwa hari ini (asyuro) adalah hari yg diagungkan oleh orangYahudi dan Nasrani mengenang peristiwa Nabi Musa membelah laut merah dan diselamatkan oleh Allah oleh kejaran fira'un dan bala tentaranya, maka Rasulullah mengatakan bahwa tahun depat kita akan berpuasa pada tanggal 9 muharrom(tasu'ah) namun sayangnya, belum dapat dipraktekkan nabi kita lantaran beliau di takdirkan Allah wafatkan 3 bulan setelah peristiwa itu yakni pada bulan Rabiul awwal.
Kedua, Hablum minannas salah satunya adalah menyantuni anak yatim sebagaimana dalam hadist nabi Muhammad.S.A.W "barang siapa yg mengusap kepala anak yatim pada bulan Muharram, maka Allah akan mengangkat derajatnya sebanyak helaian rambut anak yatim tersebut",
Dari hadist ini kita diajarkan utk dapat menjadi manusia yang berbagi yakni berbagi perasaan dengan anak dari saudara kita yg seiman agar terwujud ukhuwah Islamiah di kalangan ummat Islam.
Terakhir Abdul Kadir jailani bahwa Walaupun hadist mengusafkan kepala anak yatim tersebut lemah namun yang paling utama adalah hikmah dari mengusap kepala tersebut, dimana kita harus menyayangi anak yatim sebagaimana kita menyayangi ank kandung kita.