0 menit baca 0 %

Penghujung Tahun, FKUB Kemenag Riau Terima Kunjungan Konsultasi dan Study Banding Kemenag Kota Bukittinggi

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas) – Bertempat di Aula mini Kakanwil Kemenag Riau, Jum’at (30/12) Kanwil Kemenag Riau menerima kunjungan Konsultasi dan Study Banding Kemenag Kota Bukit Tinggi. Kegiatan ini beragendakan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan dan peran serta FKUB di tengah masyarakat ya...

Pekanbaru (Inmas) – Bertempat di Aula mini Kakanwil Kemenag Riau, Jum’at (30/12) Kanwil Kemenag Riau menerima kunjungan Konsultasi dan Study Banding Kemenag Kota Bukit Tinggi. Kegiatan ini beragendakan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan dan peran serta FKUB di tengah masyarakat yang cukup heterogen Provinsi Riau. Kedatangan rombongan disambut hangat dan respons positif oleh Kabid Urusan Agama Islam dan Binsyar Drs H Asmuni MA, Plt Kabid Pakis Drs H elwizar, Pembimas Hindu Nengah Sag serta para karyawan karyawati dilingkungan Kanwil Kemenag Riau sekaligus mengucapkan terimakasih yang setinggi- tingginya karena berkenan melaksanakan study banding terkait peran serta FKUB di Riau. Rombongan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kankemenag kota Bukittinggi Drs H Muhammad Nur  beserta Kasi Kasi di lingkungan Kankemenag Kota Bukit Tinggi.

Dalam temu kenal serta sharing informasi terkait perkembangan agama dan keagamaan tersebut H Muhammad Nur menyampaikan tujuan Study banding tersebut secara implisit adalah untuk menjalin silaturrahmi serta mengetahui kondisi keberagamaan dan bagaimana sistem pengelolaan rumah ibadah di Provinsi Riau yang telah menggaung di kancah nasional. Dikatakannya bahwa di Sumbar khususnya Bukit Tinggi terkait masalah pendanaan untuk FKUB, belum mendapat dukungan sepenuhnya dari Pemko setempat. Begitu juga untuk mendapatkan tanah untuk rumah ibadah saja, masih susah dan kerap menemukan tantangan sendiri, karena pada umumnya tanah yang ada di Sumbar adalah tanah wilayat, tanah suku dan tanah adat. Berkenaan dengan kerukunan antar maupun intern umat beragama di Bukit Tinggi pernah mengalami gesekan sosial meskipun tidak begitu bergejolak sebatas perang melalui medsos saja, namun masih dapat teratasi dengan baik. Sehubungan dengan itu, untuk mengatasi hal tersebut pihaknya, Kemenag Bukit Tinggi telah melakukan berbagai upaya preventif untuk menjaga kerukunan umat beragama di tengah masyarakat. Diantaranya mengadakan acara malam setiap akhir tahunbersama dengan agenda dialog serta hiburan yang diikuti oleh ummat dan seluruh empat pemuka agama yang resmi Islam, Kristen Katolik dan Budha. Selain itu pihaknya dalam upaya menjaga kerukunan antar umat beragama dengan mengadakan pertandingan futsal pemuda lintas agama pada moment tertentu.

Sementara dalam pertemuan itu, dengan terbuka H Asmuni menjelaskan sekilas tentang satker dan kondisi riil gambaran umum Kota Pekanbaru yang menjadi destinasi  Kemenag Bukit tinggi dalam kunjungan study banding tahun ini. Jika dilihat dari sisi jumlah penduduk yang mencapai jutaan orang sambungnya, Riau termasuk daerah yang sangat heterogen. Hal tersebut dibuktikan dari jumlah pemeluk agama dari data keagamaan yang cukup beragam. Terkait dengan hal itu kemajemukan yang mayoritas muslim bisa dikatakan tidak pernah ada pemberitaan tentang gesekan gesekan sosial antar umat bergama. “Gejolak tentu ada ujarnya, namun gejolak tersebut bisa kita ibaratkan Ombak, dimana ombak tersebut kalau bisa menjadi riak dan riak menjadi buih yang hanyut diair saja. Yang besar bisa kita kecilkan, yang kecil biarkan ia melebur sebagaimana adanya, terang H Asmuni.

Dari segi rumah ibadah sendiri, lanjutnya Riau Alhamdulillah telah mendapatkan penghargaan untuk empat buah Masjid percontohan berskala nasional, imbuhnya. Salah satu diantaranya Masjid Islamic Center Rohul yang terletak di Pasir Pangaraian, yang  tak kehabisan pengunjung setiap akhir minggu bahkan mencapai seribuan pengunjung setiap minggunya. Hal ini tidak terlepas dari peran dan sinergitas pemkab maupun Pemkot  yang cukup bagus dengan Kemenag, ucapnya menambahkan. FKUB sebagai alat control publik di tengah kemajemukan agama masyarakat Riau diharapkan mampu memberikan kinerja dan pelayanan terbaik secara berkelanjutan tambahnya penuh harap. Jika ada masalah yang ditemui, kita identifikasi terlebih dahulu untuk dipecahkan secara internal, tidak langsung dibawa ke FKUB, jelasnya.

Usai acara seremonial dan dialog kemudian dilanjutkan foto bersama sekaligus serah terima cendera mata dari Kemenag Bukit Tinggi kepada Kanwil Kemenag Riau. Tak ketinggalan, Kanwil Kemenag Riau yang diwakili Kabid Urais dan Binsyar H Asmuni beserta pengurus FKUB Pekanbaru juga menyerahkan tanda kenang-kenangan pada pihak Kemenag Bukit Tinggi.(vera)