0 menit baca 0 %

Pengembangan Buddha Dhamma Melalui Kreativitas

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas) - Bimas Buddha taja Kegiatan Kreativitas Seni Keagamaan Siswa/i Buddhins Tingkat Provinsi Riau Tahun 2016 di Hotel Ameera, Pekanbaru. Pembukaan pun dilaksanakan Hari Kamis malam, (17/11), dan dibuka langsung oleh Pengawas Pendidikan Agama Buddha Tingkat Dasar, Wiryanto, S.Ag, M.Pd.

Pekanbaru (Inmas) - Bimas Buddha taja Kegiatan Kreativitas Seni Keagamaan Siswa/i Buddhins Tingkat Provinsi Riau Tahun 2016 di Hotel Ameera, Pekanbaru. Pembukaan pun dilaksanakan Hari Kamis malam, (17/11), dan dibuka langsung oleh Pengawas Pendidikan Agama Buddha Tingkat Dasar, Wiryanto, S.Ag, M.Pd.B.

Pada sambutannya, Wiryanto mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk program kegiatan pengembangan Buddha Dhamma sekaligus penguatan kreativitas anak-anak muda.

"Perkembangan agama Buddha tidak terlepas dari pengetahuan dan pengalaman anak-anak didik Buddhis yang harus terus kita bina dan kita kawal moralnya," papar Wiryanto mengawali pembukaan.

Lebih lanjut Beliau juga menjelaskan bahwa saat ini memberikan pendidikan agama Buddha tidak lagi bisa seperti dulu hanya sekedar pengetahuan agama secara formal tetapi harus ada pengetahuan mengenai kehidupan.

"Perkembangan Buddha harus meliputi segala bentuk kehidupan yang ada pada umatnya, maka dari itu kita sebagai pendidik juga harus jeli dan mengetahui kondisi umat kita. Apa sebenarnya yang mereka butuhkan selain pengetahuan agama, karena tidak mungkin memberikan pendidikan agama sementara mereka masih memiliki kesulitan ekonomi. Itu juga sudah menjadi kewajiban kita untuk membantu memberikan pengetahuan dan wawasan mengenai segala bidang kehidupan," jelas Wiryanto.

Beliau juga menegaskan, "Saat ini saya dengan beberapa orang pendidik sedang merumuskan kurikulum sekolah minggu Buddhis, karena saya melihat selama ini sekolah minggu yang ada tidak memiliki kurikulum pengajaran yang jelas arah dan tujuannya. Sehingga ilmu yang tersampaikan tidak tepat sasaran kepada umat. Kurikulum yang dibuat ini dimaksudkan agar pengetahuan yang disampaikan sesuai dengan kebutuhan umat dan para pengajar pun berkonsentrasi penuh untuk mengembangkan ilmunya."

Pada akhir sambutannya Wiryanto berharap dengan adanya kegiatan kreativitas ini dapat mengembangkan bakat generasi muda dalam berbagai bidang sehingga mereka bisa mengembangkan Buddha Dhamma lebih kreatif dan inovatif.

"Saya berharap kegiatan yang seperti ini dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya bahkan harus dikemas dan dikembangkan lebih baik lagi tentunya dengan persiapan yang lebih matang dan peserta pun harus beragam sebagai pengkaderan," tutup Wiryanto.
Kegiatan yang dilaksanakan selama 4 hari ini dimulai dari tanggal 17 s/d 20 November 2016 dengan berbagai kegiatan seni yang diikuti oleh 130 peserta dari tingkat SD s/d SMA.

Adapun bidang yang diperlombakan:
1. Lomba membaca Kitab Suci Dhammapada Tingkat SMP dan SMA/SMK
2. Lomba menulis ceramah Dhamma pendek Tingkat SMA/SMK.
3. Lomba  melukis bernuansa Buddhis Tingkat SD, SMP
4. Lomba Ceramah Dhamma Tingkat SMA/SMK
5. Lomba membaca puisi bernuansa Buddhis Tingkat SD dan SMP
6. Lomba Tari Kasih Alam Semesta
(nvm)