0 menit baca 0 %

Pengajian Rutin di Aur Cina Tekankan Pentingnya Thaharah sebagai Fondasi Ibadah

Ringkasan: Indragiri Hulu (Kemenag) - Majelis Taklim Ar Ridho Desa Aur Cina kembali menggelar pengajian rutin pada (17/11/2025) yang dihadiri jamaah ibu-ibu dengan tujuan memperkuat pemahaman keagamaan masyarakat melalui pembelajaran thaharah sebagai dasar sahnya ibadah.

Indragiri Hulu (Kemenag) - Majelis Taklim Ar Ridho Desa Aur Cina kembali menggelar pengajian rutin pada (17/11/2025) yang dihadiri jamaah ibu-ibu dengan tujuan memperkuat pemahaman keagamaan masyarakat melalui pembelajaran thaharah sebagai dasar sahnya ibadah. Kegiatan yang berlangsung di desa tersebut menghadirkan Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Batang Cenaku, Dadang Hermawan, sebagai pemateri, sementara sesi pembukaan dan tanya jawab dipandu oleh Muhammad Solihin. Pengajian ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan literasi keagamaan masyarakat, khususnya terkait tata cara bersuci yang benar sesuai ajaran syariat.

Dalam penyampaiannya, Dadang menekankan bahwa thaharah merupakan fondasi yang tidak dapat dipisahkan dari ibadah seorang muslim. Ia menjelaskan bahwa pemahaman yang keliru mengenai bersuci dapat berdampak pada ketidaksahan shalat, sehingga penting bagi masyarakat untuk memahami tata caranya secara tepat.

โ€œThaharah adalah dasar dari setiap ibadah. Jika bersucinya tidak benar, maka ibadah seperti shalat juga tidak sah. Karena itu, kita perlu memahami cara bersuci sesuai syariat,โ€ ujarnya.

Materi yang disampaikan mencakup jenis-jenis najis, cara bersuci yang benar, tata cara wudhu, mandi wajib, serta hal-hal yang dapat membatalkan keduanya. Penjelasan praktis tersebut disampaikan agar masyarakat lebih mudah menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kualitas ibadah semakin meningkat.

Pengajian rutin ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga berdampak pada penguatan praktik keagamaan masyarakat, terutama ibu-ibu yang menjadi pilar pendidikan keluarga. Dengan pemahaman thaharah yang benar, masyarakat diharapkan mampu menanamkan kebiasaan bersuci dan ibadah yang tepat kepada anak-anak mereka, menciptakan lingkungan yang lebih religius, bersih, dan sesuai tuntunan agama.

(Reski)