0 menit baca 0 %

Penerbangan JCH Kloter 7 BTH Terlambat 1 Jam

Ringkasan: Batam (Inmas)- Penerbangan Jamaah Calon Haji (JCH) Kelompok Terbang (Kloter) 7 Embarkasi Batam (BTH) mengalami keterlambatan selama 1 jam 4 menit dari jadwal semula. Pesawat Saudi Arabian Airlines dengan nomor penerbangan SV 5109 yang membawa 449 JCH lepas landas pada pukul 10.34 WIB dari jadwal sem...

Batam (Inmas)- Penerbangan Jamaah Calon Haji (JCH) Kelompok Terbang (Kloter) 7 Embarkasi Batam (BTH) mengalami keterlambatan selama 1 jam 4 menit dari jadwal semula. Pesawat Saudi Arabian Airlines dengan nomor penerbangan SV 5109 yang membawa 449 JCH lepas landas pada pukul 10.34 WIB dari jadwal semula pukul 09.30 WIB.

JCH Kloter 7 BTH secara resmi dilepas oleh Gubernur Riau H. Arsyadjuliandi Rahman di Aula Arafah II Asrama Haji Batam, Senin (15/8). Hadir dalam kesempatan tersebut Walikota Dumai Zulkifli AS, Kepala Kanwil Kemenag Kepri H. Marwin Jamal, undangan dan 447 jamaah yang hadir.

Dalam sambutannya Kepala Kanwil Kemenag Kepri yang juga Ketua PPIH Embarkasi Batam  H. Marwin Jamal mengatakan sampai saat ini sebanyak 6 kloter telah diberangkatkan ke Medinah dengan jumlah jamaah yang telah diberangkatkan 2.684 orang. “JCH Kloter 7 BTH merupakan jamaah yang berasal dari Provinsi Riau berjumlah 449 orang dengan rincian Rokan Hulu 235 orang, Kota Dumai 208 orang, Kabupaten Siak 1 orang dan Petugas Kloter 5 orang”, kata H. Marwin.

“Terdapat satu orang JCH Kloter 7 yang ditunda keberangkatannya dari daerah atas nama Siti Maryam Hasibuan nomor porsi 0400058826 Nomor Manifest 07/230 asal Kabupaten Rokan Hulu dan satu JCH tunda embarkasi atas nama wahar Candra Damiri Nomor Porsi 0400059462 Nomor Manifest 07/169 asal Rokan Hulu karena sakit”, kata H. Marwin.

“Menurut jadwal jamaah haji Kloter 7 akan tiba di Tanah Air pada 24 September 2016 pukul 12.35 dan berdasarkan hasil qurah maktab selama berada di Makkah JCH Kloter 7 BTH akan menempati pemondokan di wilayah Mahbas Jin Maktab 54 Nomor Rumah 302 dan 303”, tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama Walikota Dumai Zulkifli AS meminta agar petugas dapat memperlakukan jamaah calon haji dengan baik. “Saya minta tidak ada perbedaan perlakuan, pada dasarnya kita sama-sama jamaah haji”, kata Zulkifli.

“Pesan saya untuk jamaah, jaga kebersamaan kita disini. Jutaan umat akan berkumpul di tempat yang sama oleh karena itu membutuhkan stamina ekstra. Jika kita perhatikan 2/3 jamaah Dumai adalah wanita dan ini membutuhkan perhatian dari jamaah pria”, katanya lagi.

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman dalam arahannya mengatakan Pemerintah daerah dan Kementerian Agama secara simultan melakukan sejumlah langkah untuk peningkatan pelayanan kepada jamaah. “Pemerintah Provinsi Riau sudah mengusulkan untuk tahun depan akan melayani jamaah dengan Embarkasi Antara sehingga waktunya lebih hemat. Kami sudah bicara dengan Menteri Agama dan intinya Kemenag sudah melakukan pengecekan sejumlah persiapan kita dan sudah layak. Saya minta tahun ini sudah menjadi Embarkasi Antara namun karena waktu persiapannya sempit kita tunda tahun depan”, urai Arsyadjuliandi Rahman.

“Tahun depan kita akan menebalkan landasan pacu pesawat di Bandara Pekanbaru sehingga memenuhi standar internasional. Tahun 2018 kita targetkan untuk melayani jamaah melalui Embarkasi penuh di Pekanbaru. Sebenarnya jika untuk panjang landasan sudah 2.600 meter sudah cukup untuk pesawat berbadan besar sama seperti di Adi Sumarmo Solo”, jelasnya.

“Itu upaya kita untuk melakukan sejumlah peningkatan pelayanan kepada jamaah. Untuk itu doakan upaya bersama ini. Soal persiapan di Tanah Suci saya minta konsentrasikan untuk beribadah, raihlah prediket haji mabrur. Semakin banyak haji yang mabrur insya Allah Riau makin aman dan tentram. Doakan daerah kita semoga pembangunan berjalan lancar”, tambahnya.

Sementara itu satu jamaah calon haji asal Kloter 2 BTH atas nama Martina Sabri Hasan (57) wafat di Madinah. Martina Sabri Hasan pemegang paspor B3074123 jamaah wanita asal Indragiri Hilir (Riau) wafat di Madinah dan telah dimakamkan di tempat yang sama. Berdasarkan keterangan yang diterima media ini, Martina Sabri Hasan wafat disebabkan oleh cardio vascular diseases dan wafat pukul 16.55 WAS.  (hatiman/rls)