0 menit baca 0 %

penerapan dan implementasi K13 harus kembali kepada subtansi

Ringkasan: Riau (Inmas) - Setelah sukses dengan angkatan I bagi guru-guru MTs,  bidang Pendidikan Madrasah kembali melaksanakan workshop pendampingan kurikulum 13 (K13) bagi guru-guru madrasah tsanawiyah angkatan II. Kegiatan tersebut dilaksanakan dari tanggal 30 September sampai 2 Oktober 2018 di hotel alfa...

Riau (Inmas) - Setelah sukses dengan angkatan I bagi guru-guru MTs,  bidang Pendidikan Madrasah kembali melaksanakan workshop pendampingan kurikulum 13 (K13) bagi guru-guru madrasah tsanawiyah angkatan II. Kegiatan tersebut dilaksanakan dari tanggal 30 September sampai 2 Oktober 2018 di hotel alfa Pekanbaru.

Dalam sambutannya kepala Kantor wilayah kementerian agama provinsi riau megatakan betapa pentingnya Workshop Pendampingan Kurikulum 13 ini bagi guru-guru. Kurikulum 13 ini sudah harus diterapkan 100 % pada pada madrasah. Baik dilaksanakan pada pelajaran umum maupun pelajaraan Agama. Kegiatan Pendampingan Kurikulum 13 ini merupakan Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas guru. peran narasumber dan peserta harus sebanding. Kepada para peserta agar dapat menerapkan ilmunya kepada yang lainnya sehingga ilmu dapat berkembang.

Sementara itu salah seorang narsumber, Drs Sutjipto M Pd, mengatakan, penerapan dan implementasi K13 harus kembali kepada subtansi yang berbasis kompetensi, pendekatan sains dan pengembangan kembali kepada dinamika kurikulum dengan memperhatikan implementasi 4C.

Rahmat Suhadi mengatakan Kegiatan angkatan ke II ini diikuti oleh Guru-guru MTs dari kabupaten/kota se-Riau dengan narasumber berasal dari  kasi kurikulum evaluasi pada  subdit Kurikulum direktur KSKK, dan tim ahli lainnya. Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk dapat menerapkan Kurikulum 13 dan membedakan dengan KTSP. Sehingga tidak ada kebingungan lagi dalam pola pengajarannya. (ana/Imus)