Riau (Inmas)- Saat ini pendidikan
Madrasah sedang menghadapi tantangan berat, yaitu arus perubahan teknologi
industri 4.0 dan tantangan moderasi beragama. Kondisi tersebut perlu
disikapi secara bijak dan persiapan matang setiap program yang akan dilakukan.
Demikian ditegaskan Kakanwil Kemenag Riau Dr H Mahyudin MA saat memberikan sambutan sekaligus membuka Rapat Kerja, Evaluasi Program Persiapan dan Komitmen Perencanaan 2020, MAN 1 Pekanbaru, Kamis (20/6/2019) di Aula Utama MAN 1 Pekanbaru.
“Perkembangan era industri 4.0 jadi tantangan tersendiri bagi
dunia pendidikan saat ini, termasuk Pendidikan Islam. Para guru mau tidak mau harus mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan yang semakin
kompleks. Dunia pendidikan harus
menyesuaikan dengan perkembangan zaman,” ungkapnya dihadapan 122 peserta Raker MAN 1 yang hadir.
Perubahan teknologi industri tidak terbendung dari revolusi
industri 1.0
di mana tenaga digantikan dengan mesin, 2.0 mesin dilengkapi sistem komputer,
3.0 munculnya internet hingga era industri 4.0 yang sangat digital dan
artificial intelligent.
“Bisa jadi 10-20 tahun ke depan siswa-siswi madrasah tidak
memerlukan ruang kelas lagi. Sebab dunia mereka sudah melampaui batas ruang dan
waktu. Hanya dengan duduk dan tiduran, anak-anak sekarang sudah bisa
berselancar kemana-mana. Hanya dengan tiduran anak-anak sekarang bisa memesan
apa saja yang diinginkan. Internet of things menjadi segala-galanya,” tambahnya dan berharap tantangan tersebut dapat
disikapi dengan bijak.
Selain Revolusi Industri 4.0, madrasah juga menghadapi tantangan Moderasi Beragama.
Siswa diharapkan berada diposisi tengah tidak terlalu ekstrim yang berorientasi
pada penyimpangan- penyimpangan.
“Pendidikan madrasah mampu menjawab dua tantangan tersebut
melalui tiga unsur penting, yakni aktor yaitu
para guru,
tenaga kependidikan, stakeholder, lingkungan dan fasilitas,” pungkasnya. (mus/ady/mega)