0 menit baca 0 %

Pendidikan Agama Merupakan Garda Perbaikan Akhlak Bangsa

Ringkasan: Pekanbaru (Humas)- Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS-red) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau H. Ruslan S.HI, M.Pd.I kepada Humas (1/3) diruangannya menyampaikan bahwasanya fungsi kita di Kementerian Agama ini dalam membentuk akhlak bangsa sangatlah mempunyai arti, dalam m...
Pekanbaru (Humas)- Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS-red) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau H. Ruslan S.HI, M.Pd.I kepada Humas (1/3) diruangannya menyampaikan bahwasanya fungsi kita di Kementerian Agama ini dalam membentuk akhlak bangsa sangatlah mempunyai arti, dalam masalah pendidikan agama, kita ini adalah termasuk garda perbaikan akhlak bangsa, hal ini dilatar belakangi oleh pendidikan agama dan pendidikan keagamaan yang kita kelola, terutama di Bidang PAKIS Kanwil Kemenag Riau yang pada saat ini kita diberi amanah untuk mengelolanya. Adapun program pendidikan agama dan keagamaan di bidang Pakis yaitu mengelola serta membina pendidikan keagamaan diluar institusi/kelembagaan pemerintah seperti Pondok Pesantren, yang kedua mengelola pendidikan agama bagi guru-guru agama yang lembaganya berada di bawah Diknas dan yang kita bina tersebut adalah guru-guru agama yang ada disekolah umum, ketiga kita juga membina lembaga keagamaan Islam nonformal seperti Majlis Taklim, TPA, TPQ, PDTA dan lembaga nonformal lainnya, tutur Kabid Pakis. Kalau berbicara masalah pendidikan berkarakter, jauh sebelum Diknas mewacanakan dan mencanangkan pola pendidikan karakter tersebut, lembaga agama dan keagamaan baik yang berada dibawah naungan resmi Kemenag seperti Madrasah maupun nonformal seperti MDA dan lain sebagainya sudah menerapkan pendidikan tersebut melalui pendidikan Akidah Akhlak, maka sampai saat ini kita tidak pernah mendengar dan mendapati Madrasah atau Pondok Pesantren melakukan tawuran, pendidikan akhlak merupakan salah satu benteng anak didik dari pengaruh akhlak yang tidak baik, kita sadari bahwa pada masa pancaroba atau masa peralihan secara fsikologis anak umur sekolahan tersebut masih memiliki rasa ingin tau dan rasa ingin mencoba hal yang baru dalam kehidupan mereka sangat kuat, jika tidak dibentengi dengan akhlak yang baik melalui pembelajaran agama sangat dikhawatirkan akan menyebabkan kenakalan remaja, sering juga kita temui dilapangan kadang mereka sudah diajarkan akidah akhlak akan tetapi masih bisa terjerumus dalam kenakalan remaja apa lagi tidak mendapatkan pendidikan agama (Akidah Akhlak), papar Ruslan Berkenaan dengan Pondok Pesantren, ada 3 pondok pesantren tertua di Riau yang kami ketahui dan mempunyai nilai sejarah serta memiliki lulusan yang banyak menjadi tokoh-tokoh besar di Riau, dan pondok pesantren ini berdiri pada tahun 1940an sebelum Indonesia merdeka, adapun pondok-pondok tersebut adalah PP Dharun Nahdhah Tawalib Bangkinang, PP MTI Tanjung Berulak dan PP Darussalam Batu Bersurat, ketiga pondok pesantren ini telah banyak melahirkan tokoh-tokoh pendidikan, ulama dan cendikiawan Muslim seperti Prof.DR.Nazir Karim, Prof.DR. Munzir Hitami, DR.Mawardi LC, Doktor Dasman LC,dll merupakan alumni PP Dharun Nahdha Tawalib Bangkinang. Ada 2 kategori pondok pesantren dalam prespektif Kementerian Agama, yang pertama pondok Salafiyah, yang mana pondok ini mengatur kurikulum sendiri tanpa ada kurikulum madrasah didalamnya, yang kedua yaitu pondok khalafiah, dalam pondok ini terdapat dua kurikulum yaitu kurikulum pondok sendiri dan kurikulum madrasah, jumlah pondok pesantren di Provinsi Riau saat ini berjumlah 188 pondok dengan rincian; pondok salafiyah 32 dan 156 pondok kategori khalafiyah. Beberapa tahun terakhir, pemerintah melalui Kemenag telah memberikan perhatian serius terhadap santri lulusan pondok yang berprestasi dengan menyediakan paket beasiswa silang bagi santri yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, pada tahun 2012 total beasiswa silang ini berjumlah 400 orang dan dari Riau ada 8 orang santri yang lulus di IPB, UI, ITS dan ITB yang mengambil jurusan Kedokteran, Tekhnik, Komputer dan ilmu eksak lainnya, pada saat ini mereka sedang menjalani kuliah, yang menjadi kebanggaan kita bahwa lulusan pondok tersebut juga mampu bersaing dan mengungguli siswa lainnya di bidang tekhnologi, kedepan kita sangat berharap santri pondok pesantren ini bisa menjadi pemimpin bangsa ini sehingga bangsa ini dipimpin oleh orang yang berilmu dan berakhlak mulia yang membawa negara ini menjadi negeri yang Baldatun Thoyyibatun Warabbun Ghofur, pungkas Ruslan.(AZ)