0 menit baca 0 %

Pencanangan Maghrib Mengaji oleh Bupati Kuansing

Ringkasan: Kuansing (Inmas), Mengaji Alqur'an sudah sejak dahulu menjadi budaya masyarakat Indonesia, jikalau orang-orang tua kita dahulu menyuruh anaknya untuk belajar mengaji di mesjid, surau, atau datang langsung ke rumah guru mengaji, berbeda di zaman sekarang ini.

Kuansing (Inmas), Mengaji Alqur'an sudah sejak dahulu menjadi budaya masyarakat Indonesia, jikalau orang-orang tua kita dahulu menyuruh anaknya untuk belajar mengaji di mesjid, surau, atau datang langsung ke rumah guru mengaji, berbeda di zaman sekarang ini. Mengaji Alquran sudah berangsur-angsur mulai di tinggalkan, umat Islam lebih asyik mengikuti sinetron dan film seraya duduk berlama-lama didepan tv dari pada membuka mushaf Alquran.

Kementerian Agama RI sebenarnya telah lama mencanangkan program maghrib mengaji ini, melalui program yang disebut Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji atau yang disingkat GEMMAR Mengaji. Program ini sudah dicanangkan sejak tahun 2011, namun dampaknya belum dapat kita rasakan ke seluruh pelosok negeri.

Oleh karena itu untuk mendukung program Kementerian Agama RI tersebut, Bupati Kabupaten Kuansing Drs. H. Mursini, M.Si yang didamping oleh Kakankemenag Kuansing Drs. H. Jisman, MA meluncurkan program maghrib mengaji yang bertempat di Mesjid Al-Furqan Sei Jering. Dalam kata sambutannya bupati Kuansing menyampaikan, "para orang tua harus mengambil peran dan menjadi contoh dalam melaksanakan kegiatan maghrib mengaji ini, yaitu dengan cara tidak menghidupkan atau menggunakan TV dan HP, dari sejak habis shalat Maghrib sampai dengan masuk waktu shalat Isya. Lantas diantara waktu tersebut, orang tua mengajak anaknya untuk mengaji bersama, atau dengan mendatangkan ustadz, atau kalau tidak bisa juga menyuruh anaknya untuk ke mesjid atau mushala yang mengadakan kegiatan mengaji selepas maghrib".

Setelah menyampaikan kata sambutannya, Bupati Kuansing memulai maghrib mengaji dengan membaca Alquran yang disaksikan oleh jamaah yang hadir. Beberapa menit sebelum masuk waktu Isya, Kakankemenag Kuansing menyerahkan bantuan berupa Alquran yang langsung diserahkan kepada pengurus mesjid. Acara berakhir setelah setelah shalat Isya dan ditutup dengan makan bersama. (N/R)