Riau (Inmas) – Urgensi zakat dalam perbaikan
ekonomi masyarakat menjadi sorotan utama bagi Kanwil Kemenag Prov. Riau yang
dibantu oleh lembaga semi pemerintah yaitu BAZNAS dan LAZ. Maka dari itu,
Bidang Penerangan Islam, Zakat, dan Wakaf Kanwil Kemenag Prov. Riau taja Bimbingan
Teknis Sistem Informasi Zakat, pada Hari Kamis (18/05), di Hotel Batiqa,
Pekanbaru.
Pada laporan panitia yang dibacakan oleh Ketua Panitia,
Hilma Malini, SE, disebutkan bahwa tujuan utama dari diselengarakannya kegiatan
ini adalah untuk menyampaikan pengetahuan tentang sistem informasi zakat yang
telah dan sedang berjalan sekaligus menyamakan persepsi dan standar dalam
membuat pelaporan dalam pengelolaan zakat.
“Hal ini merupakan pertimbangan dan pemikiran
secara mendalam bahwa dalam perkembangan pengelolaan informasi zakat sangat
berkaitan erat dengan pelaporan dan pengambilan keputusan sehingga laporan
tersebut dapat bernilai transparan, akuntabel, dan mudah diakses oleh
masyarakat,” papar perempuan mungil nan gesit ini.
Pada kesempatan yang sama, Ka. Kanwil Kemenag
Prov. Riau, Drs. H. Ahmad Supardi, MA, memberikan sambutan, pengarahan
sekaligus membuka kegiatan ini secara resmi memberikan pengantar bahwa manfaat
zakat sangat besar bagi pengentas kemiskinan pada masyarakat.
“Zakat merupakan Rukun Islam yang dapat
dikembangkan bagi kesejahteraan umat, nilai hukum positif yang terdapat pada
ibadah zakat pengelolaannya diatur oleh negara. Hal ini juga terlihat dari
ayat-ayat suci mengenai zakat biasanya bersifat umum dan ditafsirkan sesuai
pada saat itu. Sebagai contoh zakat mengenai hasil pertanian dimana Nabi
Muhammad langsung menunjukkan secara khusus bahwa hasil pertanian yang dapat
diambil sebagai zakat yaitu dari empat jenis tanaman: hinthah (gandum halus), sya’ir (gandum kasar), kurma, dan zabib (kismis). Berkaca dari ini, Indonesia
sedang mengembangkan budi daya tanaman kurma karena hasil penjualan kurma lebih
besar daripada hasil sawit,” jelas Ahmad Supardi yang juga merupakan salah satu
pengurus BAZNAS Provinsi Riau.
Beliau juga menambahkan bahwa saat ini kekurangan
dari pengelolaan zakat ini adalah sosialisasi atau penyebaran informasi kepada
masyarakat mengenai perkembangan zakat sehingga masih ada saja umat Islam yang
enggan menunaikan ibadah zakat.
“Biasanya gaung zakat itu gencar hanya pada saat
Bulan Ramadhan yaitu zakat fitrah, padahal yang dinamakan zakat itu tidak hanya
pada saat Bulan Ramadhan tetapi masih banyak jenis zakat lainnya, salah satu contoh
zakat penghasilan. Terbayang oleh kita apabila setiap umat Islam yang ada di
Riau ini sudah dengan sadar menunaikan zakat penghasilan, maka dapat dipastikan
dengan zakat kita dapat memperbaikin perekonomian umat dan mengentaskan
kemiskinan,” ungkap Suami dari Ibu Maryam, Ketua DWP Kemenag Prov. Riau.
Maka dari itu, Beliau mengingatkan, publikasi
mengenai zakat harus dilakukan setiap waktu yaitu bekerja sama dengan media
cetak dan elektronik dan memasang baligo ditempat-tempat strategis agar bisa
dibaca oleh masyarakat sekaligus pengingat bagi masyarakat untuk menunaikan
ibadah zakat.
“Saya
berharap dengan adanya kegiatan ini, maka peserta yang mengikuti kegiatan ini
dapat mengembangkan informasi zakat kepada masyarakat terutama umat Islam
sehingga menggugah kesadaran mereka untuk menunaikan ibadah zakat sebagai
peningkatan kesejahteraan umat. Karena siapa yang menguasai informasi maka akan
mudah menguasai dunia,” pesan dan harap penulis buku kenamaan ini.
Kegiatan
dengan program fullday ini diikuti oleh 30 orang peserta yang berasal dari
perwakilan Kankemenag Kab/kota, pengurus Baznas provinsi dan Kab/Kota, dan LAZ
kab/kota. (nvm)