0 menit baca 0 %

Penataan Pencatatan Pernikahan Umat Hindu

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas) - Bimas Hindu Kanwil Kemenag Riau taja Pembinaan dan Pengembangan Pegawai Pembantu Pencatat Perkawinan Umat Hindu di Hotel Stefanie, Pekanbaru yang acara pembukaannya dilaksanakan pada Hari Rabu (01/06) dan kegiatan ini berlangsung selama 4 hari yaitu 1 s/d 4 Juni 2016.

Pekanbaru (Inmas) - Bimas Hindu Kanwil Kemenag Riau taja Pembinaan dan Pengembangan Pegawai Pembantu Pencatat Perkawinan Umat Hindu di Hotel Stefanie, Pekanbaru yang acara pembukaannya dilaksanakan pada Hari Rabu (01/06) dan kegiatan ini berlangsung selama 4 hari yaitu 1 s/d 4 Juni 2016. Diikuti oleh 25 peserta yang merupakan pengurus lembaga Agama Hindu  dan Rumah Ibadah Hindu kab/kota se-Provinsi riau.


Menurut Laporan Panitia yang disampaikan oleh Ketua Panitia, Kawit, S.Ag bahwa tujuan dari kegiatan ini secara umum adalah untuk meningkatkan pelayanan umat Agama Hindu khususnya dalam hal pernikahan dan kegiatan ini juga mengundang narasumber yang berkompeten dibidangnya berjumlah 7 orang.


"Kegiatan yang dibebankan pada anggaran DIPA Bimas Hindu Kanwil Kemenag Riau ini merupakan kegiatan yang baru tahun ini diadakan karena kami melihat betapa pentingnya pendataan pernikahan secara teratur dan sistematis sehingga umat akan mendapatkan kemudahan pelayanan dalam hal pernikahan," jelas Kawit.


Hal yang senada juga diutarakan oleh Drs. H. Mahyudin, MA selaku Pgs. Ka.Kanwil Kemenag Riau yang langsung memberikan arahan dan membuka kegiatan tersebut, mengungkapkan, "Saya menghimbau sesuai dengan arahan sebelumnya, untuk merencanakan program kerja harus ada pembaharuan setiap tahunnya jangan dibudayakan copy paste sehingga kegiatan pun menjadi monoton. Maka dari itu saya sangat mendukung kegiatan ini yang baru diprogramkan pada tahun ini, mudah-mudahan pada tahun yang akan datang program ini berkelanjutan dan mengalami peningkatan wawasan."


Pgs. Ka. Kanwil ini juga menerangkan bahwa ada 2 pelayanan publik yang paling penting yaitu pelayanan dalam bidang pendidikan dan pelayanan pernikahan. Kedua pelayanan ini merupakan faktor kehidupan yang paling bersinergi satu sama lainnya.


"Pelayanan pendidikan sangat dibutuhkan oleh seluruh masyarakat terutama pendidikan agama dan keagamaan dalam hal ini Agama Hindu. Sebagai agama minoritas, keberadaanya harus mendapatkan perhatian khusus karena tidak mudah menemukan guru agama Hindu untuk kebutuhan pengajaran bagi siswa/i yang menganut Agama Hindu. Maka dari itu Bimas Hindu juga bertugas untuk memberdayakan umatnya agar pendidikan Hindu merata diseluruh daerah," papar Mahyudin.


Mahyudin pun menambahkan, "Hal lain yang tidak kalah penting dalah pencatatan pernikahan yang dilaksanakan oleh masing-masing agama dibawah pengawasan Kementerian Agama. Maka dari itu, sudah sangat pantas kegiatan ini dilaksanakan untuk saling berbagi informasi dan menambah wawasan dalam hal pencatatan pernikahan karena pencatatan nikah ini berkaitan dengan status hukum seseorang sebagai warga negara Indonesia yang baik. Pernikahan yang bisa dikatakan halal dunia dan akhirat itu apabila pernikahan itu diakui secara hukum oleh negara, Sehingga dibutuhkan pencatatan pernikahan yang teratur dan sistematis sehingga data base pernikahan pun akan lebih rapi dan mudah diakses."


"Saya berharap kegiatan ini dapat diikuti dengan seksama dan serius oleh para peserta sehingga wawasan peserta pun akan bertambah dan dapat langsung dipraktekkan didaerah masing-masing," harap Mahyudin menutup sambutannya. (nvm)