0 menit baca 0 %

Penaiszawa Taja Bimbingan Agama dan Keagamaan bagi Pegawai

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas)- Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakad (Penaiszawa) Kanwil Kemenag Riau menggelar kegiatan Bimbingan Agama dan Keagamaan bagi Pegawai dan Masyarakat, sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1438 H di Aula Kanwil Kemenag Riau, Kamis (15/12).

Pekanbaru (Inmas)- Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakad (Penaiszawa) Kanwil Kemenag Riau menggelar kegiatan Bimbingan Agama dan Keagamaan bagi Pegawai dan Masyarakat, sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1438 H di Aula Kanwil Kemenag Riau, Kamis (15/12).

Kegiatan diawali dengan pembacaan kalam ilahi oleh Nasir Jamal, dan penyerahan secara simbolis bantuan dari Badan Amil Zakat Nasion al (Baznas) Provinsi Riau kepada mustahiq oleh Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA, Ketua Baznas Riau Dr H Yurnal Edward dan Kabid  Penaiszawa Drs H Irhas.

Hadiri dalam kegiatan tersebut Kakanwil Kemenag Riau, Ketua Baznas Riau, Kabag TU, penceramah Saidul Amin MA, seluruh Kabid, Kasubad, pengawai di lingkungan Kanwil Kemenag Riau, Dharma Wanita Persatuan Kanwil Kemenag Riau, dan undangan.

Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA dalam sambutannya menyebutkan, peringatan Hari Besar Islam berputar setiap tahunnya. Setelah sebelumnya peringatan tahun baru Hijriyah, Maulid Nabi, selanjutnya peringatan Isra Mikraj, nuzul qur’an dan halal bihalal. Kesemuanya untuk mendekatkan kita pada Agama dan Rasul, serta meningkatkan keimanan kepada Allah SWT.

“Semua hari besar Islam yang kita peringatai jangan hanya bersifat serimonial, pertemuan, atau makan- makan belaka. Tapi harus kembali pada subtansi yang dimaksud, yaitu meneladani Nabi Muhammad SAW. Karena kehebatan Nabi Muhammad tidak hanya diakui oleh umat Islam, tapi suluruh manusia, bahkan non muslim mengakui itu, terbukti dengan banyaknya buku- buku yang berisi tulisan- tulisan tentang kehebatan nabi Muhammad,” ungkapnya seraya berharap agar peringatan Maulid, masyarakat khususnya pegawai Kemenag dapat meneladani sifat- sifat Nabi Muhammad SAW.

Sementara itu dalam Tauziah Maulid yang disampaikan oleh Saidul Amin MA, menegaskan bahwa Rasul harus dicontoh atau ditiru, karena Muhammad SAW seperti manusia sepenuhnya, pernah jadi ayah, kakek dan sebagainya. Sangat berbeda dengan nabi atau rasul sebelumnya.

“Untuk meniru Nabi Muhammad dimulai dari hal- hal yang simple saja, misalnya menjadi suami  atau Isteri, menanamkan sikap qanaah dalam diri dan sebagianya. Dengan sikap qanaah maka hidup akan lebih berarti, karena tidak ada rasa iri dan dengki terhadap apa yang dimiliki oleh orang lain,” ungkapnya.

Untuk itu, ia mengajak umat Islam untuk memahami secara benar sunah Rasul. Karena dengan sunah Rasul hidup akan lebih indah dan melahirkan kelembutan. (mus)