Riau (Inmas)- Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf
(Penaiszawa) Kanwil Kemenag Riau menggelar Pengkaderan Mubaligh/ Mubalighah
Tahun 2019. Acara diikuti oleh 40 orang peserta yang merupakan dai utusan
Kabupaten/ Kota se Provinsi Riau, 22 – 24 Juni 2019 di Hotel Merdeka Pekanbaru.
Acara dibuka oleh Direktur Penerangan Agama Islam Dirjen Bimas
Islam Kementerian Agama RI, Dr H Juraidi MA, didampingi Kabid Penaiszawa
Kemenag Riau HM Saman S Sos M SI, dan Ketua Pantia Hj Musalmah MA, Sabtu (22/6/2019).
“Saya bersyukur bisa hadir pada acara ini, karena kita
memang masih sangat membutuhkan dai- daiyah yang berwawasan kebangsaan,
mendakwakan Islam sebagai dakwa bagi semesta alam. Bukan hanya untuk orang muslim,
tapi untuk semua pihak. Pengkaderan ini kita lakukan mulai dari skala daerah
hingga nasional, seperti saat ini. Tugas dan fungsi Direktur Penerangan Agama
Islam dibidang pengembangan dakwa di Indonesia meliputi subjek dakwah, sarana
dakwa, meteri dakwah, kemitraan dakwah, bahkan metode dakwah termasuk dakwah
melalui seni budaya,” ungkapnya dan berharap paras mubaligh- mubalighah dapat
menyampaikan pesan dakwa yang dapat melahirkan kedamaian.
Ditambahkan Kakanwil Kemenag Riau Dr H Mahyudin MA, bahwha
idealnya seorang dai harus mencapi tujuan akhir dari dakwah yang disampaikan,
yaitu terlaksananya ajaran agama dengan sebaik- baiknya baik secara langsung
maupun melalui perantara media social.
“Seorang da’I itu idealnya harus Iklas, teladan dan amal
saleh, menguasai ilmu, lemah lembut dalam menyampaikan, menarik manfaat dan
menghilangkan mudharat, serta sabar dalam berdakwah. Dan yang terpenting adalah
melakukan untuk diri sendiri terlebih
dahulu baru menghimbau pada umat lain,”
jelasnya dan berharap usai mengikuti acara pengkaderan ilmu yang didapatkan
dapat diterapkan dalam menjalankan dakwah di masyarakat, sehingga sasaran
dakwah dapat tercapai.
Sementara itu HM Saman didampingi Hj Musalmah menyebutkan, Pengkaderan
Mubaligh- Mubalighah 2019 diiktui oleh 40 orang peserta utusan Kabupaten/ Kota
sebagi ajang silaturrahmi sekaligus mengasah keilmuan dan kecakapan dai daiyah
dalam berdakwah.
“Sasaran pengkaderan kita adalah mubaligh- mubalighah yang
ada di Kabupaten/ Kota, sehingga peta dakwa di Riau tetap bisa berjalan dengan
maskimal,” harapnya. (mus/ady)