0 menit baca 0 %

Pemuda dan Remaja Masjid Desa Koto Baru Bantu 20 Sak Semen Untuk Pondok Pesantren Miftahul khairiyah Ummah

Ringkasan: Kuansing ( inmas ) Senin , 20 April 2020  kumpulan pemuda peduli pembangunan Ponpes Miftahul khairiyah Ummah dan Remaja Masjid Desa koto baru Memberikan Bantuan 20 Sak Semen ke Pondok Pesantren Miftahul khairiyah Ummah.Berasal dari inisiatif seorang pemuda yang menceritakan, berencana akan berinfak...

Kuansing ( inmas ) Senin , 20 April 2020  kumpulan pemuda peduli pembangunan Ponpes Miftahul khairiyah Ummah dan Remaja Masjid Desa koto baru Memberikan Bantuan 20 Sak Semen ke Pondok Pesantren Miftahul khairiyah Ummah.
Berasal dari inisiatif seorang pemuda yang menceritakan, berencana akan berinfak untuk pembangunan Asrama putra dan Asrama putri pondok pesantren Miftahul khairiyah Ummah yang sedang berlansung proses pembangunan, namun karena kekurangan bahan dan upah Tukang maka tersentuh hatinya untuk menyumbang yang enggan di sebut nama

Salah Seorang Koordinator penyumbang lansung bergerak mencari semen di tokoh-tokoh, namun karna di tengah pondemi wabah virus Corona tokoh bangunan banyak yang kosong.
Setelah segala upaya di lakukan, akhirnya  dapat di Tokoh Pasar F1 Desa Sungai Buluh infak ini di terima lansung oleh Kepala Madrasah Mahyu Budiman

Penyerahan Bantuan berupa 20 Sak Semen ini dalam rangka mendukung Pondok Pesantren Miftahul khairiyah Ummah yang sedang membangun Gedung Baru yaitu Asrama putra dan Asrama putri agar anak2 bisa untuk ajaran 2020/2021 ini di pondokan.

Kepala MTS Miftahul khairiyah Mahyu Budiman mengucapkan ribuan terima kasih kepada seluruh para Darmawan, Remaja yang sudah ikut membantu kelancaran pembangun pondok pesantren ini ungkap nya.

Berapapun infak  kaum muslimin/ Muslimat dengan bangga kami terima dan lansung di salurkan, dan jika saudara-saudara sekalian jika berminat membantu proses pembangunan bisa mengirimkan bantuan langsung ke Pondok Pesantren berupa bahan.
 “Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, niscaya Dia akan menggantinya” [Saba’/34 : 39] 

Syaikh Ibnu Asyur berkata : “Yang dimaksud dengan infak di sini adalah infak yang dianjurkan dalam agama. Seperti berinfaq kepada orang-orang fakir dan berinfak di jalan Allah untuk menolong agama. 


Tidaklah para hamba berada di pagi hari, melainkan pada pagi itu terdapat dua malaikat yang turun. Salah satunya berdoa, ‘Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang yang berinfak’, sedang yang lain berkata, ‘Ya Allah, berikanlah kebinasaan (harta) kepada orang yang menahan (hartanya)….” [Al-Hadits]. Yang demikian itu karena Allah adalah Penguasa, Mahatinggi dan Mahakaya. Maka jika Dia berkata : “Nafkahkanlah dan Aku yang akan menggantinya”, maka itu sama dengan janji yang pasti Ia tepati. Sebagaimana jika Dia berkata :

 ‘Lemparkalah barangmu ke dalam laut dan Aku menjaminnya” Maka, barangsiapa berinfak berarti dia telah memenuhi syarat untuk mendapatkan ganti. Sebaliknya, siapa yang tidak berinfak maka hartanya akan lenyap dan dia tidak berhak mendapatkan ganti. Hartanya akan hilang tanpa diganti, artinya lenyap begitu saja. Yang mengherankan, jika seorang pedagang mengetahui bahwa sebagian dari hartanya akan binasa, ia akan menjualnya dengan cara nasi’ah (pembayaran di belakang), meskipun pembelinya termasuk orang miskin. 

Lalu ia berkata, hal itu lebih baik daripada pelan-pelan harta itu binasa. Jika ia tidak menjualnya sampai harta itu binasa maka dia akan disalahkan. Dan jika ada orang mampu yang menjamin orang miskin itu, tetapi ia tidak mejualnya (kepada orang tersebut) maka dia disebut orang gila. Dan sungguh, hampir setiap orang melakukan hal ini, tetapi masing-masing tidak menyadari bahwa hal itu mendekati gila. Sesungguhnya harta kita semuanya pasti akan binasa. Dan menafkahkan kepada keluarga dan anak-anak adalah berarti memberi pinjaman. Semuanya itu berada dalam jaminan kuat, yaitu Allah Yang Maha Tinggi. Allah berfirman" Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik” [Saba’/34 : 39]. Semoga menjadi amal jariyah, tutupnya ( MB )