0 menit baca 0 %

Pemotongan 220 Hewan Kurban di Masjid Agung Dinilai Pecahkan Rekor MURI

Ringkasan: ROKAN HULU (KEMENAG)- Seusai pelaksanaan Shalat Idul Adha 1435 Hijriyah di pusatkan di Masjid Agung Madani Islamic Centre Pasirpengaraian, pengurus menyembelih 220 ekor hewan kurban yang merupakan kurban jemaah baik dari kalangan umum maupun pegawai di jajaran Pemkab Rokan Hulu (Rohul).

ROKAN HULU (KEMENAG)- Seusai pelaksanaan Shalat Idul Adha 1435 Hijriyah di pusatkan di Masjid Agung Madani Islamic Centre Pasirpengaraian, pengurus menyembelih 220 ekor hewan kurban yang merupakan kurban jemaah baik dari kalangan umum maupun pegawai di jajaran Pemkab Rokan Hulu (Rohul).

Bupati Rohul, Drs. H. Achmad M,Si bersama Ketua DPRD Rohul, Nasrul Hadi ST, MT, Wakil Bupati Hafith Syukri, Kapolres, Dandim 0313/KPR, Ketua LAMR Rohul, Ketua MUI, Kakanwil Kemenag Riau, Drs H Tarmizi Tohor MA, Kakankemenag Rohul Drs Ahmad Supardi Hasibuan MA, Sekda Ir Damri serta para kepala dinas, badan dan kantor, usai ikuti Shalat Idul Adha di Masjid Agung langsung melihat pelaksanaan penyerahan hewan kurban oleh Bupati Rohul ke Ketua Badan Pengelola Masjid Agung Pasirpengaraian, Mirzal.

Dari jumlah hewan kurban yang disembelih capai 220 ekor sapi dan 55 ekor kambing, jumlah itu yang terbanyak di setiap masjid di Indonesia, berdasarkan informasi yang ada. Nantinya jelas Bupati, 100 ekor akan disembelih di kawasan Masjid Agung. Sedangkan sisanya dibagikan ke desa-desa yang tersebar di 16 kecamatan se- Rohul.

“Nantinya, kita akan distribusikan ke 16 Kecamatan di Rohul, dan rencananya, 100 ekor akan dibagikan pada kecamatan-kecamatan di Rohul dalam bentuk sapi hidup dan dari pengurus masjid atau desa itu yang memotong hewan kurban tersebut,” terang Bupati Achmad selesai menyaksikan pemotongan hewan kurban.

Kata Bupati lagi, meningkatknya umat Islam khsusunya jemaah Masjid Agung melaksanakan penyembelihan hewan kurban. Hal itu, menurutnya, sebagai bentuk komitmen jemaah untuk melaksanakan kegiatan keagamaan, setelah dilaksanakannya program keagamaan di negeri seribu suluk.

“Pogram ini bukan riya, namun program ini nilainya sangat positif setidaknya ini bisa dicontoh jamaah lainnya,” harap Bupati lagi.

Diakuinya lagi, hal itu sebagai bentuk program nyata, dan jelasnya perogram itu sangat dianjurkan Rasullualah SAW. Karena dari pengamalan keagamaan baik aparatur dan jamaah berimplikasi serta membuahkan hasil, sehingga salah satu wujud program dapat terlaksana dengan baik.

Dari kegiatan itu, Bupati Achmad dan keluarga menyerahkan sapi 10 ekor sapi kurban, Wabup 1 ekor sapi, Kakanwil Kemenag Riau 1 ekor. Secara langsung, sapi yang akan disembelih diserahkan ke pengurus Masjid Agung, kemudian dilakukan penyembelihan oleh petugas yang sudah ditunjuk.

Tradisi sebelum dilakukan pemotongan hewan kurban, sapi kurban Bupati Achmad, dan milik pejabat lainnya, dibedakin, dikacai, juga diberi minyak wangi bahkan minyak rambut. Itu mengartikan, bahwa hewan yang akan disemebelih sebagai kurban, maka hewan tersebut harus yang terbaik.

Sementara itu, Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, mengatakan bahwa tingginya partisipasi masyarakat untuk melaksanakan ibadah Qurban ini adalah bukti dari tiga hal. Pertama, meningkatnya keimanan dan ketaqwaan masyarakat kepada Allah SWT, yang dibuktikan dengan kesediaannya untuk melaksanakan ibadah Qurban.

Kedua, meningkatnya kepedulian masyarakat antar sesame, khususnya para fakir miskin, yang dalam kesehariannya jarang makan daging dan sekarang daging itu disediakan dengan biaya mahal oleh orang-orang yang mampu. Hal ini harus disyukuri oleh fakir miskin karena berqurban dilakukan dengan sukarela semata-mata mengharap ridha dari Allah SWT.

Ketiga, meningkatnya perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, sebagai akibat dari program pembangunan yang sangat kencang digalakkan beberapa tahun terakhir, sehingga akibatnya dirasakan oleh masyarakat. Peningkatan kesejahteraan itu, dibarengi dengan rasa syukur kepada Sang Maha Pencipta Alam Semesta Allah SWT, dalam bentuk berequrban.***(Humas/Ash)