Siak (Inmas) – Dalam rangka menyambut hari jadi Kabupaten Siak ke 17 yang jatuh pada tanggal 12 oktober Tahun 2016, berbagai kegiatan dilaksanakan termasuk tabligh akbar yang menghadirkan penceramah dari Jakarta Dr. H. Amir Faishol Fath, MA, seorang Da’I Kondang yang selalu tampil di layar Televisi. Kedatangan Ustadz ini disambut baik oleh Masyarakat Siak dengan mengikuti kegiatan I’tikaf dan Qiyamul Lail yang di pimpin langsung oleh Ustadz Amir Faishol Fath pada malam Jum’at Ba’da Isya, Kamis (13/10/16) di Masjid Sultan Syarif Hasyim Kompleks Islamic Center Siak. Kemudian esok harinya, Jum’at pagi dilaksanakan tabligh yang dihadiri para pejabat dan ASN beserta Masyarakat Siak.
Kegiatan ini dilaksanakan bertepatan dengan hari jadi Kabupaten Siak ke 17. Selama berdiri menjadi Kabupaten Sendiri yang dimekarkan dari Kabupaten Bengkalis pada tahun 1999, telah banyak perubahan diberbagai sektor. Baik dari pembanguan, Infrastruktur, Pendidikan maupun kegiatan-kegiatan yang berskala nasional maupun Internasional. Kesemua itu dicapai atas kepemimpinan Kepala Daerah secara berganti, dan juga karena kekompakan Masyarakat Siak terhadap Pembangunan Daerah yang menjadikan kota Siak sebagai kota terbersih yang layak mendapat penghargaan Adipura. Hal tersebut telah terbukti, dimana Kabupaten Siak sudah meraih beberapa kali penghargaan Adipura maupun penghargaan lainnya.
Pada kesempatan itu, Bupati Siak Drs. H. Syamsuar, M. Si mengajak seluruh Masyarakat Siak untuk selalu berdo’a, agar Kabupaten Siak terhindar dari marabahaya dan bencana yang suatu waktu bisa datang tanpa di perkirakan. “Mari Kita selalu berdo’a, demi keberkahan dan keselamatan Negeri yang kita Cintai ini. Negeri yang diwariskan oleh para pemimpin terdahulu yang taat pada Agama dan dicintai oleh Rakyat”. Ajak Syamsuar
Sementara itu, Ustadz Amir Faishol Fath dalam ceramahnya mengatakan, apa pun yang kita kerjakan harus berpedoman pada Alqur’an sebagai petunjuk bagi Manusia ke arah jalan yang benar yang di ridhoi Allah SWT. Karena Al-qur’an diturunkan bukan sekedar untuk dibaca, tetapi untuk dipahami dan dipelajari isi kandungannya. (Awl)