ROKAN HULU (KEMENAG) Menindaklanjuti ditandatanganinya penyatuan pendidikan umum dengan pendidikan agama, dalam bentuk program Pendidikan Diniyah Takmiliyah Wustha (PDTW) dan Pendidikan Diniyah Takmiliyah Ulya (PDTU) di semua SMP dan SMU/SMK se Rohul, pihak Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) dan Kemenag Rohul, buka pendaftaran guru PDTW dan PDTU.
Demikian hasil rapat Tim Seleksi Rekruitmen Pegawai Tidak Tetap (PTT) Guru PDTW dan PDTU, yang dilaksanakan pada hari Senin (24/3/2014) bertempat di Kantor Disdikpora Rohul, Pasir Pengaraian, yang diikuti Kadisdikpora, Kakan Kemenag, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Kabag Hukum Pemkab Rohul.
Pembentukan Tim tersebut dibentuk melalui Surat Keputusan Bupati Rohul Nomor : Kpts.421/DISDIKPORA/76/2014 tentang Pembentukan Panitia Rekruitmen Guru PDTW dan PDTU Kab Rohul, yang diketuai oleh Kepala BKD Rohul Hj. Sri Mulyati S.Sos MSi, Wakil Ketua Kakan Kemenag Rohul dan Sekretaris Kadisdikpora Rohul.
Kadisdikpora Rohul H. Mhd. Zen M MPd menyatakan, kebutuhan akan guru PDTW dan PDTU tahun ini adalah sebanyak 237 orang, yang akan direkrut pada tanggal 1 s/d 15 April yang akan datang. Pendaftaran terbuka untuk umum, namun diutamakan memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Rohul.
Hj Sri MUlyati menyatakan calon guru PDTW dan PDTU ini dipersyaratkan umur maksimal 40 tahun, pendidikan S1 Agama semua jurusan (Syari’ah, Tarbiyah, Ushuluddin, Dakwah, PAI), bukan PNS dan CPNS, Guru Bantu (GB), dan Guru Tidak Tetap (GTT), dengan melalui seleksi administrasi, tertulis, dan lisan.
Ahmad Supardi Hasibuan menyatakan, penerimaan guru PDTW dan PDTU ini dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman anak didik kita tentang pelajaran dan pengamalan agama Islam, sekaligus tentunya membuka lapangan kerja bagi masyarakat Rohul, sehingga tidak terjadi pengangguran intelektual.
Hal ini tentunya sangat penting, sebab pemerintah berkewajiban menyiapkan lapangan kerja yang seluas-luasnya bagi masyarakatnya.
Saya berharap agar dalam program PDTW dan PDTU ini dapat menampung lapangan kerja bagi seluruh masyarakat Rohul, termasuk bagi masyarakat Riau yang berkeinginan mengikuti program ini.
SEmoga program PDTW dan PDTU ini dapat dijadikan contoh bagi daerah lain, bukan hanya bagi masyrakat Proviunsi Riau, tetapi juga bagi masyarakat Indonesia secara keseluruhan, sebab program PDTW dan PDTU pada SMP/SMU/SMK ini, termasuk pertama di Indonesia, jelas Ahmad Supardi.***(Ash)