Pemikiran Negatif Merusak Moral Bangsa
Ringkasan:
Pekanbaru (Humas)- Kementerian Agama Riau semakin sensitif terhadap perkembangan moral bangsa yang kian terpuruk, sehingga hal ini mendorong Kakanwil Kementerian Agama Prov. Riau untuk mendiskusikannya agar mendapatkan solusi dari permasalahan tersebut.
Pekanbaru (Humas)- Kementerian Agama Riau semakin sensitif terhadap perkembangan moral bangsa yang kian terpuruk, sehingga hal ini mendorong Kakanwil Kementerian Agama Prov. Riau untuk mendiskusikannya agar mendapatkan solusi dari permasalahan tersebut.
Kanwil Kemenag Prov. Riau taja Diskusi Isu-isu Aktual yang saat ini sedang menjadi kontroversi dikalangan masyarakat yaitu Pembahasan Penolakan Terhadap Konser Lady Gaga, kegiatan ini berlangsung di Hotel Mutiara Merdeka (24/05), dengan mengundang ormas Agama Islam dan para tokoh Agama Islam.
Kegiatan yang berlangsung selama 3 jam penuh ini sarat dengan diskusi tanya jawab dengan kritis membahas moral bangsa yang semakin terpuruk dengan merebaknya budaya barat yang tidak sejalan dengan norma dan aturan Pancasila dan Undang-undang 1945. Pembicara Utama pada kegiatan ini adalah Prof. Dr. Said Agil dan pembicara pendamping adalah Prof. Dr. Mahdini yang dipimpin oleh Kakanwil Kemenag Prov. Riau, Drs. H. Asyari Nur, SH, MM.
Pembicaraan yang sedang aktual pada saat ini adalah mengenai Konser Lady Gaga yang akan diselenggarakan pada tanggal 3 Juni 2012 di Jakarta. Banyaknya penolakan dari masyarakat yang diwakili oleh ormas Islam dikarenakan penampilan dan cara pandang seorang Lady Gaga yang sangat bertolak belakang dengan budaya dan norma yang ada di Indonesia terutama nilai keIslaman.
"Pertumbuhan ekonomi yang semakin pesat menimbulkan pengaruh negatif terhadap kebudayaan kita yaitu dengan masuknya budaya barat yang sangat tidak sesuai dengan Pancasila dan Undang-undang 1945 terutama nilai Keislaman. Salah satunya dengan maraknya konser artis luar negeri dengan tampilan mereka sangat tidak pantas untuk dipandang dan ditiru oleh kaum muda. Apalagi berkembang wacana penyelenggaraan Konser Lady Gaga yang sangat kontroversi dan tidak pantas untuk negara ini. Paham Lady gaga sebagai seorang sekulerisme, pluralisme dan liberalisme atau yang biasa disebut Paham Sipilis merupakan paham negatif yang dapat merusak moral bangsa terutama agama. Hal inilah yang patut kita cegah sehingga Menag RI menghimbau seluruh masyarakat Indonesia untuk menolak penyelenggaraan Konser Lady Gaga tersebut," papar Asyari Nur.
Hal ini juga diperkuat dengan pernyataan Said Agil bahwa berkembangnya pemikiran negatif merupakan salah satu perkembangan dari kondisi jahiliyah yang sudah dimodifikasi karena peristiwa seperti ini sudah ada sejak zaman nabi. Pengetahuan dan pemahaman masyarakat yang masih sangat minim mengenai Keislamannya mampu merusak moral dan keimanan seseorang ditambah dengan propaganda media yang mengeksploitasi budaya barat secara berlebihan dapat mencemari pola pikir masyarakat.
Said Agil juga menghimbau bahwa Umat Muslim harus pintar mencermati dan memilah-milah informasi yang diserap, maka dari itu umat muslim harus menjadi pribadi yang pintar yang memiliki keinginan keras untuk mendapatkan pendidikan yang tinggi dan layak sehingga umat muslim tidak dapat dibodohi lagi dengan budaya barat yang menipu. "Kebodohan merupakan awal dari malapetaka kerusakan moral, " tegas Said Agil.
Kegiatan yang sarat dengan diskusi ini juga mampu memancing peserta untuk mengomentari fenomena ini dengan menyatakan sikap menolak Konser Lady Gaga dengan mengumpulkan tanda tangan dan hasil diskusinya akan disampaikan ke Menag RI dan MUI Pusat. Kegiatan ini sebaiknya dapat diadakan secara rutin agar umat muslim dapat bersatu menyuarakan Kebenaran Islam sebagai pencegahan dan perbaikan moral bangsa yang sudah snagat kritis ini. (nvm)