Siak (Inmas) – Jum’at, (09/11/18), Salah satu agenda Pemerintah Daerah Kabupaten Siak bersama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak dan Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kabupaten Siak tahun 2018 ini adalah menyelenggarakan Musabaqoh Qiroatil Kutub (MQK) tingkat Kabupaten Siak yang akan dilaksanakan di Pondok Pesantren Bustanul Ulum, Kecamatan Dayun pada bulan November tanggal 21 s/d 24 mendatang.
Kegiatan tahunan ini dipimpin oleh Asisten I Bupati Siak, Budi L Yuwono dengan didampingi oleh Kepala Subbag TU Kankemenag Siak, Drs. H. Nursya, Kasubbag Bidang Keagamaan Pemda Siak, Kasful Anwar, SH., MH dan Ketua FKPP Kabupaten Siak, Drs. Khairul Akhyar. Hadir dalam rapat persiapan tersebut panitia dan utusan dari perwakilan masing-masing pondok pesantren.
Budi L Yuwono menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan syi’arnya Pemerintah Daerah Kabupaten Siak bersama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak dan Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kabupaten Siak. Untuk itu, Budi menyampaikan terima kasih kepada semua hadirin rapat, dan mengajak bersama-sama untuk menyukseskan kegiatan MQK ini.
Sementara itu, Drs. H. Nursya dalam rapat tersebut menjelaskan tujuan dari rapat koordinasi ini adalah sebagai pedoman atau pijakan awal bagi langkah kita kedepan dalam menyiapkan MQK agar semakin lebih matang. “supaya kegiatan ini bisa terlaksana dengan sukses maka koordinasi antara pemerintah daerah, kementerian agama dan pondok pesantren sangat diperlukan, karena kita akan tahu langkah-langkah yang harus kita lakukan dalam menyukseskan MQK ini’, ujarnya.
Urgensi dari pelaksanaan MQK ini, khususnya bagi kalangan Pondok Pesantren adalah untuk mendorong santri untuk mencintai Kutub at-Turats. Dalam sejarah di Indonesia, Pondok pesantren sendiri merupakan lembaga pendidikan tertua di Indonesia. Didalam perjalanannya pondok pesantren mulai bergeser menjadi pendidikan nomor dua ataupun informal. Terkalahkan oleh pendidikan formal. Namun demikian, membaca trend pesantren dewasa ini, maka anggapan tersebut tidaklah benar. Pesantren sudah berkembang sedemikian jauh dengan mengadopsi berbagai perubahan sosial dan modernitas itu. Sudah banyak pesantren yang berbasis IT, pesantren berbasis kewirausahaan, pesantren berbasis pengembangan lingkungan, dan sebagainya.
“Bagi saya, program MQK adalah salah satu instrumen untuk mendorong dan meningkatkan kecintaan para santri kepada kitab-kitab rujukan berbahasa arab (kutub at-turats), serta meningkatkan kemampuan santri dalam melakukan kajian dan pendalaman ilmu-ilmu agama Islam dari sumber kitab-kitab berbahasa Arab. Untuk menjalin silahturahim antar pondok pesantren dalam rangka terwujudnya persatuan dan kesatuan bangsa. Meningkatkan peran pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam dalam mencetak kader ulama dan tokoh masyarakat di masa depan”. Ujar Ketua FKPP Kabupaten Siak, Drs. Khairul Akhyar kepada Inmas Kankemenag Siak. (Hd)