0 menit baca 0 %

Pemda dan FKUB Kuansing Kunker Ke Manado

Ringkasan: Teluk Kuantan (Humas)- Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat, Pengurus FKUB dan Kankemenag melakukan kunjungan kerja ke kota Manado ( Sulawesi Utara ) dalam rangka observasi lapangan dan memperoleh imformasi secara lansung tentang praktek Ker...
Teluk Kuantan (Humas)- Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat, Pengurus FKUB dan Kankemenag melakukan kunjungan kerja ke kota Manado ( Sulawesi Utara ) dalam rangka observasi lapangan dan memperoleh imformasi secara lansung tentang praktek Kerukunan Umat Beragama di kota Menado. Rombongan sebayak 32 orang dipimpin oleh Kaban Kesbang Polinmas Drs. H. Zaidul Afandi, MH. Berangkat dari Taluk Kuantan pada hari Selasa Pagi Jam 06.00 Wib dengan tujuan Pekanbaru, Jakarta, Jakarta Manado, tiba di Manado pukul 23.30 Wita, Perbedaan waktu Riau dengan Manado lebih kurang satu jam. Rombongan Menginap selama tiga malam di Hotel Central Manado. Pertemuan bersama Pengurus FKUB dan Pemerintahan kota Manado dilaksanakan di Aula gedung Serba Guna Walikota Manado, tepat pukul 09.00 WITA. Rombongan disambut lansung oleh Asisisten I, Kaban Kesbang Polinmas serta Jajarannya, Hadir dalam pertemuan tersebut Pengurus FKUB refresentasi masing Ketua Agama dari Islam, Kristen Katholik, Protestan, Hindu, Budha dan Kanghucu. Acara diawali dengan penyampaian Visi dan Misi Kota Menado serta Gambaran Keadaan Kota Manado, oleh Asisten I Pemko Manado, disamping itu beliau juga menyampaikan Program Utama bagi Kota Menado antara lain : 1. Memajukan Bidang Pendidikan 2. Memajukan Bidang Kesehatan 3. Dan Bidang Ekonomi Selanjutnya Tanya jawab dipimpin oleh Kepala Kantor Kesbang polinmas bersama sekretaris FKUM Kota Manado. Melalui dialog dan Tanya jawab terungkab bahwa di Kota Menado Kerukunan Merupakan Kebutuhan Primer (wajib) bagi masyarakat menado. Sebelum lahirnya FKUB tahun 1996 sejak tahun 1965 telah ada Badan Kerja Sama Umat Beragama di kota Manado yang disingkat dengan BKSUA. Melalui pertemuan tersebut juga terungkap bahwa perhatian Pemerintah Manado terhadap FKUB sangat baik. Hal ini terbukti bahwa Pengurus FKUB tiap Bulanya di beri insentif Rp.500.000 per orang. Sekretaris FKUB juga menyampaikan bahwa Perbandingan Pemeluk agama di Kota Manado adalah sebagai berikut : Islam 40%, Kristen 55%, selebihnya Katolik Buda, Hindu dan Konghucu. Sementara Perbandingan Rumah Ibadah adalah sebagai berfikut: Masjid 184 buah sedangkan Kristen (Gereja)784 Buah, Pura 12 Buah dan Pihara 16 Buah, jadi kalau kita porsentasekan 1 dibanding 7. Bila di bandingkan Kondisi umat beragama dan rumah ibadah antara Kota Manado dengan kabupaten Kuantan Singingi terdapat perbedaan yang sangat menjolok. Maka hasil kunjungan kerja tersebut dapat kami simpulkan bahwa untuk mewujudkan kerukunan umat beragama di Kuantan Singingi adalah masing-masing tokoh agama harus berpedoman kepada Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri dalam Negeri tahun tahun 2006 pasal 9 dan 8tentang Pendirian Rumah Ibadah. (afan)