0 menit baca 0 %

Pembukaan Suluk Tarekat Naqsyabandiyah Al Khalidiyah ke-69 Digelar di Kuala Kampar: Wujud Penguatan Spiritualitas dan Silaturahmi Umat

Ringkasan: Kuala Kampar (Kemenag) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kuala Kampar bersama Camat Kuala Kampar, unsur Unit Pengelola Kegiatan (UPK), para alim ulama, guru mursyid, jamaah tarekat, serta masyarakat setempat, melaksanakan kegiatan pembukaan Suluk Tarekat Naqsyabandiyah Al Khalidiyah ke-69 pada Kam...

Kuala Kampar (Kemenag) โ€” Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kuala Kampar bersama Camat Kuala Kampar, unsur Unit Pengelola Kegiatan (UPK), para alim ulama, guru mursyid, jamaah tarekat, serta masyarakat setempat, melaksanakan kegiatan pembukaan Suluk Tarekat Naqsyabandiyah Al Khalidiyah ke-69 pada Kamis (06/11/2025)pukul 15.00 WIB. Acara berlangsung khidmat di Surau Suluk, Jalan Parit Mawar RT 003 RW 005, Kelurahan Teluk Dalam, Kecamatan Kuala Kampar.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qurโ€™an dan dilanjutkan dengan sambutan dari berbagai unsur, di antaranya Kepala KUA Kuala Kampar, Camat Kuala Kampar, dan Lurah Teluk Dalam. Dalam sambutannya, Kepala KUA menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan suluk tahun ini dan menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai spiritual di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.

โ€œSuluk bukan hanya sekadar ritual keagamaan, tetapi juga merupakan upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui dzikir, muhasabah diri, serta memperbaiki hubungan antar sesama manusia. Melalui kegiatan ini, kita berharap dapat melahirkan pribadi yang berakhlak, sabar, dan ikhlas dalam beramal,โ€ ujar Kepala KUA Kuala Kampar dalam sambutannya.

Suluk Tarekat Naqsyabandiyah Al Khalidiyah dikenal sebagai metode pembinaan spiritual yang berakar pada tradisi tasawuf Islam. Melalui bimbingan seorang mursyid, para jamaah diarahkan untuk melatih keikhlasan, memperbanyak dzikir, dan menata hati agar senantiasa dekat kepada Allah SWT.

Usai rangkaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi pembukaan secara simbolis yang dipimpin oleh guru mursyid, kemudian ditutup dengan doa bersama. Suasana khidmat terasa saat seluruh jamaah menundukkan kepala, memohon keberkahan dan kelancaran selama pelaksanaan suluk yang akan berlangsung beberapa hari ke depan.

Kegiatan suluk tahun ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkokoh iman dan memperdalam makna pengabdian kepada Allah SWT. Melalui amalan dzikir dan bimbingan para mursyid, jamaah diharapkan mampu mengamalkan nilai-nilai tasawuf dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tercipta masyarakat yang damai, rukun, dan berakhlakul karimah.(dbs)