Siak (Inmas) - Organisasi yang berbasis lingkungan hidup, Green
Generation (GG) merupakan suatu wadah berkumpulnya generasi muda Indonesia. Pada
tahun 2018 ini, kegiatan tersebut berlangsung di Siak dari tanggal 28 April
hingga 3 Mei 2018. Sesuai dengan visi GG Indonesia mewujudkan generasi yang
peduli dan berbudaya lingkungan. Sejak berdiri pada tahun 2019 yang lalu, Green
Generation terus mengalami perkembangan serta tersebar di 300 Kabupaten/Kota di
26 Provinsi di Indonesia.
Plt Presiden Green Generation Indonesia, Rafli Rezatama, mengatakan,
sampah memang tidak bisa di hilangkan dari negeri ini, namun gerakannya dapat
dimulai dari diri sendiri. Kemudian berbagai program yang berbasis lingkungan
juga telah dilaksanakan Green Generation Indonesia seperti gerakan GG Remaja
dan Kampanye Lingkungan hidup.
"Kita semua harus peduli terhadap lingkungan.
Persoalan lingkungan tidak hanya di tangani pihak Kementrian Lingkungan
Hidup saja, namun di seluruh Kementrian dan seluruh masyarakat Indonesia,"
harapnya.
Sementara, Plt Bupati Siak Alfedri menyatakan rasa
bangganya atas diterpilihnya Kabupaten Siak sebagai tuan rumag Green Generation
2018 ini. Ia katakan, selama ini anak-anak generasi hijau Siak sangat proaktif
melaksanakan berbagai aktifitas dalam rangka pelestarian lingkungan hidup.
Selaku orang tua dan pemerintah, kami bangga dengan kalian.
Kalian adalah tumpuan kami (pemerintah), kalau dari yang muda sudah peduli
terhadap lingkungan, saya yakin kebijakan pemerintah akan berdampak dengan
baik,” ujarnya..
Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan
Kehutanan, Novrizal Tahar menjelaskan, bahwa Kota Siak adalah Kota perkembangan
peradaban Islam di tanah melayu. Disamping sejarah di Kabupaten Siak, sejarah
Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar Indonesia juga menginspirasi
perjuangan negara-negara dan tokoh-tokoh didunia.
Sehingga, diharapkannya Green Generation mampu menjadi
pewaris Indonesia sebagai bangsa yang maju, untuk mengatasi persoalan
lingkungan.
GG harus dapat membangun kultur yang cocok dengan pembangunan
yang berwawasan lingkungan. Seperti gerakan-gerakan yang telah dilakukan GG
yang membawa perubahan.
"Ayo, saya tantang kalian untuk menjadi generasi pelopor
yang bertanggung jawab terhadap sampah dan lingkungan," pintanya.
Usai sambutan, Novrizal Tahar melakukan pemasangan tanda
peserta kepada perwakilan dari Provinsi Aceh dan Kalimantan Timur.
Helat Jambore Nasional Generasi Hijau tahun 2018 berlangsung
hingga 3 Mei mendatang. Dan acara malam pembukaan ini juga dihadiri Staf Ahli
Kemenpora Bidang Ekonomi kreatif Dr Joni Mardizal, Asdep peningkatan kapasitas
pemuda I Gusti Putu Raka Ratimai, Plt Gubri yang diwakili Kepala Dinas
Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Provinsi Riau, pejabat kabupaten/kota se Riau.